showrecentposts({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108"},"updated":{"$t":"2009-10-13T05:20:12.434-07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Blogger Banua Banjar"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Build Urang Banua community as place to gathering urang banua on the web."},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/posts/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default?alt\u003djson-in-script\u0026orderby\u003dpublished"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"13"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"25"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108.post-5215018423338993876"},"published":{"$t":"2008-02-18T21:19:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2008-02-18T21:23:18.899-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"inspirasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tips"}],"title":{"type":"text","$t":"DENGAN SEDEKAH, HIDUP LEBIH BERKAH"},"content":{"type":"html","$t":"Oleh: Aep Saepulloh Darusmanwiati\u003cbr /\u003e\u003c!-- Begin: AdBrite --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cstyle type\u003d\"text/css\"\u003e\u003cbr /\u003e .adHeadline {font: bold 10pt Arial; text-decoration: underline; color: #0000FF;}\u003cbr /\u003e .adText {font: normal 10pt Arial; text-decoration: none; color: #E6E6E6;}\u003cbr /\u003e\u003c/style\u003e\u003cbr /\u003e\u003cscript type\u003d\"text/javascript\" src\u003d\"http://ads.adbrite.com/mb/text_group.php?sid\u003d579863\u0026br\u003d1\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/script\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv\u003e\u003ca class\u003d\"adHeadline\" target\u003d\"_top\" href\u003d\"http://www.adbrite.com/mb/commerce/purchase_form.php?opid\u003d579863\u0026afsid\u003d1\"\u003eYour Ad Here\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- End: AdBrite --\u003e\u003cbr /\u003eKabsyah al-Anmary berkata: \"Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: \"Ada tiga hal di mana aku bersumpah di dalamnya; pertama, harta seorang hamba tidak akan pernah berkurang lantaran gemar bersedekah. Kedua, tidak ada seorang hamba pun yang sabar ketika dianiaya oleh orang lain, melainkan Allah akan menambahkan kemuliaan kepadanya. Ketiga, tidak ada seorang hamba pun yang membuat kericuhan dan onar, melainkan Allah akan membukakan pintu kefakiran kepadanya\" (HR. Ahmad). \u003cbr /\u003eSubhanallah, Rasulullah saw sampai bersumpah ketika berbicara masalah sedekah. Secara tidak langsung, hadits di atas menegaskan, wahai ummat manusia siapapun anda, dari mana pun anda, di mana pun anda, ketahuilah bahwa harta seseorang tidak akan pernah berkurang lantaran sedekah. Mungkinkah Rasulullah saw menyalahi sumpahnya? Tentu tidak. \u003cbr /\u003eDalam surat al-An'am ayat 160, Allah berfirman: \"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya\". Dan sedekah merupakan amal yang baik. Oleh karena itu, mereka yang bersedekah le. 100, maka minimal Allah akan membalasnya dengan le 1000. Mereka yang bersedekah USD 50, Allah akan menggantikannya dengan USD 500. Semakin besar sedekah yang dikeluarkan, semakin besar pula balasan dari Allah yang akan diperolehnya. Ingat sekali lagi, semua itu adalah janji Allah dan RasulNya, dan tentu Allah dan RasulNya tidak akan menyalahi janjinya.\u003cbr /\u003eSuatu hari Fatimah az-Zahra, sangat menginginkan buah delima. Ali bin Abi Thalib segera berangkat ke pasar mencari buah delima dimaksud. Mengingat uang yang dimilikinya saat itu sangat terbatas, Ali hanya dapat membelikannya satu buah saja. Di tengah jalan, datang seorang sangat miskin yang menginginkan buah delima. Ali lalu memberikan setengahnya. Sampai di rumah, Ali menceritakan kepada Fatimah mengapa buah delima yang dibawanya tinggal setengah. \u003cbr /\u003eSelang beberapa lama, terdengar seseorang mengetuk pintu. Begitu dibuka, ternyata Salman al-Farisy berdiri di depan pintu membawa sembilan buah delima. \u003cbr /\u003eRasulullah saw mengutus Salman untuk memberikan sepuluh buah delima, hanya Salman menyembunyikan satu buah, sehingga yang dibawa hanya sembilan buah saja. Salman lalu berkata: \"Ini ada buah delima dari Rasulullah saw untuk Fatimah\". Ali lalu berkata: \"Kalau ini benar dari Rasulullah saw jumlahnya pasti sepuluh buah bukan sembilan\". \u003cbr /\u003eMendengar itu, Salman kaget lalu berkata: \"Bagaimana kamu tahu wahai Ali?\". Ali menjawab: \"Karena saya ingat firman Allah yang berbunyi: \"\"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya\". \u003cbr /\u003eBukan hanya akan dilipatgandakan balasannya, orang yang rajin bersedekah juga akan dihindarkan dari segala macam bencana dan malapetaka. Rasulullah saw bersabda: \"Obatilah orang-orang sakit kalian dengan sedekah\" (HR. Ahmad). \u003cbr /\u003eAl-Alamah al-Yafi' dalam bukunya at-Targhib wat Tarhib menuturkan sebuah kisah, pada masa Nabi Shaleh as, hiduplah seorang laki-laki tukang tato yang suka merusak pakaian orang-orang. Sekelompok orang lalu menemui Nabi Shaleh dan berkata: \"Wahai Nabiyallah, doakan si tukang tato itu agar ditimpa musibah, karena dia suka merusak baju-baju kami\". Nabi Shaleh lalu berdoa agar tukang tato itu tidak dapat pulang dengan selamat. \u003cbr /\u003eNamun, sore harinya, Nabi Shaleh kaget, ketika melihat tukang tato itu pulang membawa bundelan dengan selamat padahal dalam bundelannya itu ada seekor ular ganas berbisa. Nabi Shaleh lalu bertanya: \"Apa yang kamu lakukan tadi pagi ketika berangkat?\". Tukang tato itu menjawab: \"Saya pergi membawa dua buah roti, lalu salah satu roti saya sedekahkan, dan yang satunya lagi saya makan\". Nabi Shaleh lalu berkata: \"Benar, Allah telah menyelamatkan kamu dari bahaya dan malapetaka ular yang sembunyi di dalam buntelan kamu itu lantaran sedekah yang kamu keluarkan. Pergi dan bertaubatlah kepada Allah\". Tukang tato itu pun bertaubat dan tidak melakukan perbuatan jahatnya lagi. \u003cbr /\u003eSungguh luar biasa keajaiban sedekah. Saking luar biasanya, Ibnu Qayyim dalam bukunya Zadul Ma'ad mengatakan: \"Dalam sedekah itu terdapat banyak hal luar biasa, termasuk dapat menolak beragam bencana dan malapetaka, sekalipun yang sedekah tersebut orang durhaka, banyak berbuat aniaya atau orang kafir. Allah akan menolak segala macam bencana dan malapetaka. Hal ini sudah menjadi rahasia umum, semua orang sudah mengetahuinya baik orang awam ataupun yang berpendidikan, karena seluruh penduduk bumi telah mengakui kehebatan sedekah ini sekaligus telah mencoba dan mengalaminya\". \u003cbr /\u003eMengingat banyak manfaat dari sedekah ini, pengarang kitab Tanbihul Ghafilin, Imam Samarqandy mengatakan: \"Biasakan diri anda untuk terus bersedekah, baik dalam jumlah kecil maupun besar. Karena, dalam sedekah itu ada sepuluh manfaat; lima akan diberikan di dunia, dan lima lagi akan diberikan di akhirat kelak.\u003cbr /\u003eAdapun lima manfaat yang akan diberikan di dunia adalah: Dapat mensucikan harta, mensucikan badan dari perbuatan dosa, dapat menolak beragam bencana dan penyakit, memberikan kebahagiaan kepada orang miskin dan tidak ada perbuatan paling mulia selain memberikan kebahagiaan kepada sesama muslim, serta harta kekayaan akan lebih berkah, juga rizki akan lebih melimpah.\u003cbr /\u003eAdapun lima manfaat yang akan diperoleh kelak di akhirat adalah: sedekah akan menjadi pelindung dari teriknya sengatan matahari kelak, akan memperberat timbangan kebaikan, dapat membantu melewati shirat (jembatan akhirat), dapat menambah ketinggian derajat di surga kelak dan akan memperoleh ridha dari Allah. \u003cbr /\u003eBahkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad dan Hakim disebutkan: \"Seseorang tidak dapat bersedekah, melainkan ia telah dapat melepaskan ikatan dan godaan tujuh puluh setan\". \u003cbr /\u003eMari kita budayakan gemar bersedekah dalam kondisi apapun, karena di antara ciri orang bertaqwa adalah orang yang tetap bersedekah baik ketika lapang maupun sempit, ketika suka maupun duka (QS. Ali Imran: 133, 134).\u003cbr /\u003eJangan sampai penyesalan itu datang belakangan sebagaimana firman Allah: \"Dan sedekahkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: \"Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?\" (QS. Al-Munafiqun: 10).\u003cbr /\u003eDengan gemar bersedekah, insya Allah hidup kita semakin berkah dunia akhirat. Semoga.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003c!-- Kontera ContentLink(TM);--\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript'\u003e\nvar dc_AdLinkColor \u003d 'orange' ;\nvar dc_UnitID \u003d 14 ;\nvar dc_PublisherID \u003d 21876 ;\nvar dc_adprod \u003d 'ADL' ;\n\u003c/script\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript' \nsrc\u003d'http://kona.kontera.com/javascript/lib/KonaLibInline.js'\u003e\n\u003c/script\u003e\n\u003c!-- Kontera ContentLink(TM) --\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5573480019636946108-5215018423338993876?l\u003dbloggerbanua.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/5215018423338993876/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d5573480019636946108\u0026postID\u003d5215018423338993876\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/5215018423338993876"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/5215018423338993876"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/2008/02/dengan-sedekah-hidup-lebih-berkah.html","title":"DENGAN SEDEKAH, HIDUP LEBIH BERKAH"}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"11631842076553237056"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108.post-4189986729803507769"},"published":{"$t":"2008-02-11T20:04:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2008-02-12T19:39:25.806-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"inspirasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Berawal Dari Mimpi"},"content":{"type":"html","$t":"by Chandra (www.myquran.com) \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKenyataan hari ini adalah impian hari kemarin \u003cbr /\u003e(Imam Asy Syahid Hasan Al Banna)\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSahabatku…\u003cbr /\u003eJika engkau mau membaca sejarah biografi tokoh-tokoh ternama. Maka engkau akan temukan bahwa apa yang telah mereka ciptakan berawal dari mimpi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKetika aku mencari nama orang yang bisa mengenali dan menghidupkan impiannya, saya berpikir tentang visioner dan pioner mobil Henry Ford. Dia menyatakan, \"Semua rahasia hidup yang berhasil adalah menemukan apa yang ditentukan nasib pada kita, dan kemudian melakukannya.\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eOrang-orang lainnya berani bermimpi dan mereka sukses. Beethoven menyadarkan dunia akan kemampuan hebatnya dalam musik ketika dia membuat sejumlah simfoni, dan ini terjadi setelah dia kehilangan pendengarannya. Charles Dickens dulunya bermimpi untuk menjadi seorang penulis dan akhirnya dia menjadi novelis yang bukunya paling banyak dibaca orang di Inggris pada zaman Victoria - meskipun dia dilahirkan di keluarga miskin.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eThomas Edison melamunkan sebuah lampu yang bisa dihidupkan dengan listrik, memulai dari tempat ia berdiri untuk mengubah impiannya menjadi tindakan. Dan walaupun dia menemui lebih dari sepuluh ribu kegagalan, dia tetap memegang teguh impiannya sampai dia menjadikannya sebuah kenyataan fisik. Pemimpi praktis pantang menyerah!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eWright bersaudara memimpikan sebuah mesin yang bisa terbang di udara. Sekarang setiap orang bisa melihat bukti di seluruh dunia bahwa impian mereka menjadi kenyataan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMarconi memimpikan satu sistem untuk mengendalikan kekuatan ether yang tidak kelihatan. Bukti bahwa impiannya tidak sia-sia bisa ditemukan pada setiap pesawat radio dan televisi di seluruh dunia. Mungkin Anda tertarik untuk mengetahui bahwa \"teman-teman\" Marconi menyuruh agar dia di kurung dan di periksa di sebuah rumah sakit jiwa ketika ia mengumumkan bahwa dia telah menemukan prinsip yang bisa digunakan untuk mengirim berita melalui udara tanpa bantuan kabel atau sarana fisik komunikasi langsung lainnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMenurut Jhon C. Maxwell sebuah impian bisa melakukan banyak hal kepada kita:\u003cbr /\u003ePertama, impian menunjukkan arah kepada kita. Ia bisa berperan sebagai kompas, memberitahu kita arah mana yang harus ditempuh. Hingga kita mengenali arah yang benar itu, kita tidak akan pernah mengetahui apakah langkah kita benar-benar merupakan kemajuan. Langkah kita mungkin membawa kita ke belakang dan bukan ke depan. Jika engkau bergerak ke sembarang arah selain menuju impianmu, engkau akan kehilangan kesempatan-kesempatan yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKedua, impian meningkatkan kekuatan kita. Tanpa impian, kita mungkin harus berjuang keras untuk melihat kekuatan yang ada dalam diri kita karena kita tidak bisa melihat situasi di luar keadaan kita saat ini. Akan tetapi dengan impian, kita mulai memandang diri kita dalam cahaya baru, karena mempunyai kekuatan yang lebih besar dan mampu merentangkan dan berkembang untuk mencapainya. Setiap kesempatan yang kita temui, setiap sumber yang kita dapatkan, setiap talenta yang kita kembangkan, menjadi bagian kekuatan kita untuk tumbuh ke arah impian itu. Semakin besar impian, semakin besar pula kekuatannya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKetiga, impian membantu kita menentukan prioritas. Impian memberi kita harapan untuk masa depan, dan ia juga memberi kita kekuasaan di saat ini. Impian membuat kita memprioritaskan segala sesuatu yang kita lakukan. Seseorang yang memiliki impian mengetahui apa yang akan atau harus dikorbankannya agar bisa maju. Dia mampu mengukur segala sesuatu yang dikerjakannya apakah membantu atau menghambat impian itu, memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang membawanya lebih dekat pada impian itu dan memberi sedikit perhatian pada hal-hal sebaliknya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKeempat, impian menambah nilai pada pekerjaan kita. impian menempatkan segala yang kita lakukan ke dalam perspektif. Bahkan tugas-tugas yang tidak menyenangkan menambah nilai saat kita mengetahui hal itu memberi kontribusi pada pemenuhan impian. Setiap aktivitas menjadi bagian penting di dalam gambar yang lebih besar itu. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKelima, impian meramal masa depan kita. ketika kita mempunyai impian, kita bukan hanya penonton yang duduk di belakang dan mengharapkan segala sesuatu berubah membaik. Kita harus aktif ikut serta dalam membentuk tujuan dan arti hidup kita. Angin perubahan tidak begitu saja meniup ke sini dan ke sana. Impian kita, ketika dilanjutkan, mungkin sekali merupakan peramal masa depan kita.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSahabatku…\u003cbr /\u003eAda perbedaan antara mengangankan suatu benda dan siap menerimanya. Tidak ada seorang pun siap untuk sesuatu sampai dia yakin akan memperolehnya. Keadaan pikiran harus penuh keyakinan bukan hanya berharap atau mengangankan. Keadaan pikiran yang terbuka sangat penting untuk keyakinan. Pikiran yang tertutup tidak mengilhamkan keyakinan keberanian, atau kepercayaan.\u003cbr /\u003e\u003c!-- START ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSTYLE\u003e\u003cbr /\u003e.at_table_style_8595 { background-color: none; padding: 3px; }\u003cbr /\u003e.at_table_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; text-align:left; }\u003cbr /\u003e.at_other_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e.at_ad_body_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 11px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000000; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595, A.at_pow_by_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595:hover, A.at_pow_by_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e\u003c/STYLE\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003cbr /\u003eadtoll_num_ads \u003d 3;\u003cbr /\u003eadtoll_see_your_ad_here \u003d 0;\u003cbr /\u003eadtoll_your_text \u003d \"\";\u003cbr /\u003eadtoll_show_powered_by \u003d 1;\u003cbr /\u003eadtoll_layout_style \u003d 'V';\u003cbr /\u003eadtoll_view_desc \u003d 1;\u003cbr /\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT src\u003d\"http://adserve.adtoll.com/js/at_ag_8595.js\" type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- END ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003c!-- Kontera ContentLink(TM);--\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript'\u003e\nvar dc_AdLinkColor \u003d 'orange' ;\nvar dc_UnitID \u003d 14 ;\nvar dc_PublisherID \u003d 21876 ;\nvar dc_adprod \u003d 'ADL' ;\n\u003c/script\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript' \nsrc\u003d'http://kona.kontera.com/javascript/lib/KonaLibInline.js'\u003e\n\u003c/script\u003e\n\u003c!-- Kontera ContentLink(TM) --\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5573480019636946108-4189986729803507769?l\u003dbloggerbanua.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/4189986729803507769/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d5573480019636946108\u0026postID\u003d4189986729803507769\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/4189986729803507769"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/4189986729803507769"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/2008/02/berawal-dari-mimpi.html","title":"Berawal Dari Mimpi"}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"11631842076553237056"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108.post-2380842047231790237"},"published":{"$t":"2008-01-28T00:02:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2008-02-11T20:45:47.084-08:00"},"title":{"type":"text","$t":""},"content":{"type":"html","$t":"Yuwie masihkah menjadi harapan bagi pemburu dollars ?\u003cbr /\u003e\u003c!-- START ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSTYLE\u003e\u003cbr /\u003e.at_table_style_8595 { background-color: none; padding: 3px; }\u003cbr /\u003e.at_table_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; text-align:left; }\u003cbr /\u003e.at_other_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e.at_ad_body_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 11px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000000; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595, A.at_pow_by_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595:hover, A.at_pow_by_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e\u003c/STYLE\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003cbr /\u003eadtoll_num_ads \u003d 3;\u003cbr /\u003eadtoll_see_your_ad_here \u003d 0;\u003cbr /\u003eadtoll_your_text \u003d \"\";\u003cbr /\u003eadtoll_show_powered_by \u003d 1;\u003cbr /\u003eadtoll_layout_style \u003d 'H';\u003cbr /\u003eadtoll_view_desc \u003d 1;\u003cbr /\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT src\u003d\"http://adserve.adtoll.com/js/at_ag_8595.js\" type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- END ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv align\u003d\"justify\"\u003eDitengah naik daunnya frienster dan myspace ada beberapa web site yang menawarkan fitur-fitur serupa seperti e-mail, blog,share picture, community ect..\u003cbr /\u003eDiantaranya adalah Yuwie dan myLot, yang juga menambah satu keuntungan bagi membernya yaitu anggota akan dibayar untuk setiap aktivitas yang dilakukan diprogram ini. \u003cbr /\u003eDalam posting ini saya akan menyoroti Yuwie, karena anggotanya sudah hampir mencapai setengah juta member. Untuk membayar member tersebut pada awalnya Yuwie menggunakan google adsense sebagai sumber pendapatannya.\u003c/div\u003e\u003cmore_text\u003e\u003cdiv align\u003d\"justify\"\u003eDengan Adsense bisa dipastikan pendapatan Yuwie akan berlimpah karena total impression yang didapat bakalan jutaan setiap harinya belum lagi ditambah dengan jumlah hit yang dimiliki oleh Yuwie. Bisa dibayangkan keuntungan yang akan mereka dapatkan. Sehingga saya pun akhirnya ikut menjadi member dari Yuwie yang fenomenal ini. \u003cbr /\u003eNamun bulan ini ada yang berbeda pada Yuwie, jika kita perhatikan seksama ternyata mereka tidak menggunakan Adsense lagi sebagai mesin uang mereka, tidak jelas kenapa yang pasti sekarang mereka menggunakan adenggage sebagai affiliasi mereka. Saya juga pernah beraffilasi dengan adenggage meski akhirnya account saya diclose karena adenggage mensyaratkan traffic traffic tertentu kepada publisher. Dari segi tampilan adenggage memang lebih menarik karena menggunakan picture pada iklan-iklan mereka namun dari segi financial mereka masih belum terdengar bunyinya jika dibandingkan 5 besar program periklanan di dunia maya seperti Adsense, AOL, Yahoo, MSN dan Adbrite.\u003cbr /\u003eNah dengan kondisi seperti ini, akankah Yuwie masih bisa diandalkan untuk mendapatkan \"sehimpil (secuil)\" dollar sebagai side income bagi membernya. Ataukah Yuwie akan bernasib sama seperti Agloco yang mati sebelum berkembang? Allahua'lam. \u003cbr /\u003eYang pasti untuk semua member Yuwie tetap semangat, meskipun Yuwie akhirnya tidak bisa membayar, paling tidak ada manfaat lain yaitu sebagai sarana untuk menyebarkan perdamaian dan persahabatan diseluruh dunia. Peace and love.\u003c/div\u003e\u003cdiv align\u003d\"justify\"\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDan bagi yang belum mendaftar signup sekarang juga. Klik link berikut.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ca href\u003d\"http://r.yuwie.com/azmiel\" title\u003d\"Yuwie, Cari teman mu, biki janji dan dapatkan dollar gratis\" target\u003d\"_blank\"\u003eYuwie, Cari teman mu, bikin janji dan raih dollar, \u003cfont face\u003d\"'Times New Roman',Times,serif\" size\u003d\"7\"\u003eDaftar sekarang !!!\u003c/font\u003e\u003c/a\u003e\u003c/more_text\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003c!-- Kontera ContentLink(TM);--\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript'\u003e\nvar dc_AdLinkColor \u003d 'orange' ;\nvar dc_UnitID \u003d 14 ;\nvar dc_PublisherID \u003d 21876 ;\nvar dc_adprod \u003d 'ADL' ;\n\u003c/script\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript' \nsrc\u003d'http://kona.kontera.com/javascript/lib/KonaLibInline.js'\u003e\n\u003c/script\u003e\n\u003c!-- Kontera ContentLink(TM) --\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5573480019636946108-2380842047231790237?l\u003dbloggerbanua.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/2380842047231790237/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d5573480019636946108\u0026postID\u003d2380842047231790237\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/2380842047231790237"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/2380842047231790237"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/2008/01/yuwie-masihkah-menjadi-harapan-bagi.html","title":""}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"11631842076553237056"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108.post-6549960538211425612"},"published":{"$t":"2008-01-18T23:40:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2008-02-11T20:45:10.426-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"inspirasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Work Because You Want To! Not Because You Have To!"},"content":{"type":"html","$t":"Oleh Lisa Nuryanti\u003cbr /\u003eMotivator dan Pemerhati Kepribadian\u003cbr /\u003e\u003c!-- START ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSTYLE\u003e\u003cbr /\u003e.at_table_style_8595 { background-color: none; padding: 3px; }\u003cbr /\u003e.at_table_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; text-align:left; }\u003cbr /\u003e.at_other_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e.at_ad_body_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 11px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000000; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595, A.at_pow_by_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595:hover, A.at_pow_by_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e\u003c/STYLE\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003cbr /\u003eadtoll_num_ads \u003d 3;\u003cbr /\u003eadtoll_see_your_ad_here \u003d 0;\u003cbr /\u003eadtoll_your_text \u003d \"\";\u003cbr /\u003eadtoll_show_powered_by \u003d 1;\u003cbr /\u003eadtoll_layout_style \u003d 'H';\u003cbr /\u003eadtoll_view_desc \u003d 1;\u003cbr /\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT src\u003d\"http://adserve.adtoll.com/js/at_ag_8595.js\" type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- END ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKetika Firman mendengar bahawa dia diterima di salah satu perusahaan besar di Jakarta, dia bagaikan kejatuhan bulan. Semangatnya tinggi menggebu-gebu. Kepada semua orang dia menceritakan hal ini. Sungguh hal yang luar biasa baginya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTadinya dia merasa kecil melihat begitu banyaknya saingan yang mengikuti seleksi penerimaan karyawan. Mereka semua tampaknya hebat dan banyak yang sudah berpengalaman kerja lebih dari lima tahun, sedangkan Firman baru memiliki pengalaman setahun lebih.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eHari pertama masuk kerja, dia datang 40 menit lebih awal. Luar biasa! Dia akan mulai bekerja di bagian personalia. Mulailah Firman meniti karirnya. Minggu kedua, kantor mengadakan acara rapat kerja bagian personalia yang diadakan tiap tiga bulan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSetiap tiga bulan bagian personalia harus melakukan proses penerimaan karyawan baru, karena pertukaran karyawan sangat tinggi terutama di bagian penjualan. Proses ini meliputi pemasangan iklan, proses seleksi calon karyawan secara tertulis, wawancara kerja, evaluasi, penerimaan, proses pendidikan karyawan baru dan sebagainya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eFirman mulai bekerja sekitar pukul tujuh tiga puluh dan selesai pukul delapan malam, tapi rasanya pekerjaannya tidak pernah selesai. Bulan kedua bekerja dia jatuh sakit selama dua hari.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBulan ketiga dia hampir sakit lagi, untung tidak parah. Bulan kelima dia sudah merasa kelelahan. Firman merasa sudah bekerja mati-matian tapi hasilnya tidak ada. Sia-sia. Dia pun mulai putus asa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDalam keadaan seperti itu dia kemudian ingat Indra. Indra adalah temannya sejak kecil. Waktu kecil Indra sangat gemuk sehingga tidak bisa lari cepat. Ketika remaja, Indra masih sangat gemuk dan semakin tidak kuat berlari.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSuatu hari Indra ditantang oleh guru olahraganya untuk mengikuti grup lari marathon karena mereka masih kekurangan orang. Semua orang mencegah Indra, semua orang mengatakan bahwa dia bukan calon pelari marathon yang baik.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTapi Indra merasa tertantang. Dia ingin membuktikan bahwa pandangan teman-temannya salah. Dia senang dan bersemangat mengikuti latihan. Apalagi guru olahraganya bersedia memberikan latihan tambahan khusus untuk membantunya. Indra mulai menjalani latihan. Ternyata tidak mudah. Dia harus berlatih setiap pagi sebelum sekolah dan malam hari. Pertama kali latihan lari seluruh badannya sakit dan keesokan harinya hampir tidak bisa berjalan. Untuk jalan sakit, duduk sakit, bergerak sedikit sakit. Benar-benar menderita.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTapi setelah beberapa bulan Indra tidak lagi seperti itu. Ototnya mulai semakin kuat. Napasnya semakin panjang. Lemak ditubuhnya juga berkurang jauh. Empat setengah tahun kemudian dia menjadi pelari marathon yang tangguh.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMulai menikmati\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSemangat Firman yang mulai kendor segera meningkat lagi ketika dia ingat tentang perjuangan Indra. Segera dia menetapkan hatinya lagi untuk melatih dirinya. Dia sadar bahwa tujuannya bekerja adalah untuk meniti karir, bukan untuk santai atau bekerja malas-malasan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbulan-bulan dia membiasakan dirinya untuk tetap mulai bekerja pukul tujuh tiga puluh pagi dan pulang pukul delapan malam. Dia tidak main-main dengan waktu. Orang lain pulang malam karena menunggu agar jalanan tidak macet lagi sehingga mereka menunggu sambil ngrumpi, atau bergosip.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTapi Firman pulang malam karena bekerja. Lama kelamaan cara kerjanya tidak lagi terasa berat. Dia mulai menikmatinya. Semua orang menjulukinya sebagai setan kerja, tapi Firman tetap dengan kebiasaan kerjanya. Dia merasakan staminanya meningkat. Dia tidak sering sakit lagi seperti dulu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eUntunglah Indra membantu memberikan nasehat agar tidak meninggalkan olah raga. Setiap Sabtu dan Minggu, Firman ikut Indra ke Gelora Senayan untuk ikut lari pagi. Memang sekarang Indra bukan lagi pelari marathon karena sudah bekerja. Tapi setiap pagi dia masih melakukan kebiasaannya lari pagi selama satu jam sebelum berangkat ke kantor.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDua bulan yang lalu Firman dipromosikan sebagai junior manager. Firman berniat tidak akan mengubah kebiasaan kerjanya. Dia ingin memberi contoh kepada semua orang terutama kepada karyawan baru bahwa bekerja lebih giat pasti ada hasilnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBahkan sekarang sudah ada empat orang yang mulai mengikuti jejaknya dan dapat merasakan kepuasan bekerja mereka meningkat.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eFirman berhasil membuktikan pada dirinya bahwa jika memiliki niat dan melakukannya, maka akan terasa lebih ringan dan lebih mudah, dibandingkan dengan bekerja karena terpaksa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBeberapa orang yang malas berkata bahwa meskipun rajin, toh gajinya tidak naik. Tapi Firman tidak mau menanggapinya. Dia yakin bahwa jerih payahnya tidak akan sia-sia. Mungkin untuk suatu saat tertentu kelihatannya seakan-akan tidak ada gunanya, tapi dia memiliki pandangan bahwa kerajinannya tidak ditentukan oleh besarnya gaji. Dia rajin karena ingin rajin. Titik!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eFirman tidak mau keadaan mengaturnya sehingga dia kehilangan kebiasaan baiknya. Tidak peduli apapun yang terjadi, apakah ada atasan atau tidak, dia tetap rajin. Tidak peduli apakah ada kenaikan gaji atau tidak, dia tetap rajin. Kerajinannya ditentukan oleh dirinya sendiri. Be Professional! Work Because You Want To! Not Because You Have To!\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003c!-- Kontera ContentLink(TM);--\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript'\u003e\nvar dc_AdLinkColor \u003d 'orange' ;\nvar dc_UnitID \u003d 14 ;\nvar dc_PublisherID \u003d 21876 ;\nvar dc_adprod \u003d 'ADL' ;\n\u003c/script\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript' \nsrc\u003d'http://kona.kontera.com/javascript/lib/KonaLibInline.js'\u003e\n\u003c/script\u003e\n\u003c!-- Kontera ContentLink(TM) --\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5573480019636946108-6549960538211425612?l\u003dbloggerbanua.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/6549960538211425612/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d5573480019636946108\u0026postID\u003d6549960538211425612\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/6549960538211425612"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/6549960538211425612"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/2008/01/work-because-you-want-to-not-because.html","title":"Work Because You Want To! Not Because You Have To!"}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"11631842076553237056"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108.post-2353040382313872542"},"published":{"$t":"2008-01-05T00:05:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2008-02-11T20:46:21.132-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Keluarga"}],"title":{"type":"text","$t":"Jangan Biarkan Cahaya itu Redup"},"content":{"type":"html","$t":"Subject: [ Daarul-Fikri ]\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- START ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cstyle\u003e\u003cbr /\u003e.at_table_style_8595 { background-color: none; padding: 3px; }\u003cbr /\u003e.at_table_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; text-align:left; }\u003cbr /\u003e.at_other_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e.at_ad_body_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 11px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000000; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595, A.at_pow_by_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595:hover, A.at_pow_by_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e\u003c/style\u003e\u003cbr /\u003e\u003cscript type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003cbr /\u003eadtoll_num_ads \u003d 3;\u003cbr /\u003eadtoll_see_your_ad_here \u003d 0;\u003cbr /\u003eadtoll_your_text \u003d \"\";\u003cbr /\u003eadtoll_show_powered_by \u003d 1;\u003cbr /\u003eadtoll_layout_style \u003d 'H';\u003cbr /\u003eadtoll_view_desc \u003d 1;\u003cbr /\u003e\u003c/script\u003e\u003cbr /\u003e\u003cscript src\u003d\"http://adserve.adtoll.com/js/at_ag_8595.js\" type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003c/script\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- END ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/_4uuLfiuDkUI/R388za_6s8I/AAAAAAAAAFs/eSrBWh3rk0w/s1600-h/Photo+euy%28076%29.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;\" src\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/_4uuLfiuDkUI/R388za_6s8I/AAAAAAAAAFs/eSrBWh3rk0w/s200/Photo+euy%28076%29.jpg\" alt\u003d\"\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5151903352853541826\" border\u003d\"0\" /\u003e\u003c/a\u003eKetika anak balita kita sedang tidur, tataplah sejenak wajahnya. Perhatikan dalam-dalam. Maka akan kita temukan padanya wajah yang teduh, bersih, tanpa beban, dan penuh kedamaian.\u003cbr /\u003eTidur nyenyaknya tak akan terganggu, bila fisiknya sehat sempurna dan terpenuhi kebutuhannya. Cukup makan, cukup sandang, dan di tempat tidur yang nyaman bagaimanapun kondisinya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMelihat sosoknya, seakan menyiratkan sebuah kenyamanan hidup, ketenangan fikiran, dan kebersihan jiwa. Sungguh, hal yang demikian merupakan sebuah keadaan yang kita dambakan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e***\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSaat anak sedang terjaga, lihatlah bening matanya, serta keceriaan wajahnya. Maka akan kita temukan di sana sebuah semangat hidup yang demikian membara, keyakinan diri akan kepastian masa depan yang membentang luas, dan ketundukan sikap kepada kehendak Sang Maha Pencipta.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJiwanya yang masih suci, putih bersih laksana kertas kosong tanpa noda, siap merekam segala hal yang didengar dan dilihatnya, dan memutarnya kembali dalam kegiatan kesehariannya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eFisiknya yang sedang dalam proses tumbuh kembang, siap melaksanakan segala titah yang diperintahkan oleh Sang Sutradara Utama pengatur dan penentu garis hidup kita.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKeingintahuan mereka akan segala hal yang baru, menunjukkan kepada kita semua bahwa hidup ini harus selalu diisi dengan perjuangan, semangat belajar, dan kerja keras.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSemua aspek kehidupannya, melahirkan inspirasi dan motivasi bagi kita untuk lebih berhati-hati menjaganya, agar kesuciannya tak luntur oleh perjalanan waktu, dan tak terkotori oleh kesalahan pola asuh yang kita terapkan padanya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e***\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMereka adalah cahaya hidup kita, yang akan mengantarkan sebuah titik terang dalam kekalutan, karena tawa riangnya akan menjadi hiburan yang membukakan belenggu fikiran kita.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMereka juga cahaya hidup kita, yang akan mengantarkan lahirnya semangat baru ketika diri kita sedang lemah, dan tidak memiliki semangat hidup, karena ada titipan amanah yang harus kita tanggung.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDan mereka adalah cahaya hidup kita, bila kita mampu mengantarkan mereka menjadi anak-anak yang sholeh dan sholihah, karena kita orangtuanyalah yang akan membentuk dirinya. Hingga do'a-do'anya, akan mengalirkan pahala yang tiada putus walau kita telah tiada.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eRasulullah SAW ketika ditanya tentang peran kedua orang tua, beliau menjawab : \"Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu\", (HR. Ibnu Majah).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKarena itu, marilah kita berupaya menjadikan cahaya-cahaya itu tetap bersinar cemerlang, hingga dapat menerangi jalan hidup kita, dalam mempersiapkan diri, mencari bekal, untuk pertemuan abadi dengan Yang Maha Suci. Dengan cara, berusaha mendidiknya dengan baik, memilihkan teman yang baik, dan memberinya lingkungan hidup yang baik. Dan tidak membiarkan cahaya itu redup, oleh perjalanan waktu dan tambahnya usia.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eRobbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a;yun waj'alnaa lilmuttaqiina imaaman (yaa Allah, karuniakanlah kepada pasangan-pasangan kami, dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa). Amin.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003c!-- Kontera ContentLink(TM);--\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript'\u003e\nvar dc_AdLinkColor \u003d 'orange' ;\nvar dc_UnitID \u003d 14 ;\nvar dc_PublisherID \u003d 21876 ;\nvar dc_adprod \u003d 'ADL' ;\n\u003c/script\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript' \nsrc\u003d'http://kona.kontera.com/javascript/lib/KonaLibInline.js'\u003e\n\u003c/script\u003e\n\u003c!-- Kontera ContentLink(TM) --\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5573480019636946108-2353040382313872542?l\u003dbloggerbanua.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/2353040382313872542/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d5573480019636946108\u0026postID\u003d2353040382313872542\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/2353040382313872542"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/2353040382313872542"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/2008/01/jangan-biarkan-cahaya-itu-redup.html","title":"Jangan Biarkan Cahaya itu Redup"}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"11631842076553237056"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://1.bp.blogspot.com/_4uuLfiuDkUI/R388za_6s8I/AAAAAAAAAFs/eSrBWh3rk0w/s72-c/Photo+euy%28076%29.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108.post-5883195992171146122"},"published":{"$t":"2007-12-28T22:50:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2008-02-11T20:47:10.644-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Keluarga"}],"title":{"type":"text","$t":"Puncak Kenikmatan Cinta"},"content":{"type":"html","$t":"Pernikahan adalah sebuah PERJANJIAN SUCI YANG\u003cbr /\u003eMENJADIKAN ALLAH SWT SEBAGAI PEMERSATUNYA. Dan tidak\u003cbr /\u003eada yang melebihi ikatan ini. Dan inilah PUNCAK SEGALA KENIKMATAN CINTA\u003cbr /\u003eitu dimana kedua orang yang saling mencinta itu memilih untuk hidup\u003cbr /\u003ebersama dan saling berjanji untuk saling mengasihi dan berbagi hidup\u003cbr /\u003ebaik suka maupun duka.\u003cbr /\u003e\u003c!-- START ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSTYLE\u003e\u003cbr /\u003e.at_table_style_8595 { background-color: none; padding: 3px; }\u003cbr /\u003e.at_table_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; text-align:left; }\u003cbr /\u003e.at_other_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e.at_ad_body_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 11px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000000; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595, A.at_pow_by_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595:hover, A.at_pow_by_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e\u003c/STYLE\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003cbr /\u003eadtoll_num_ads \u003d 3;\u003cbr /\u003eadtoll_see_your_ad_here \u003d 0;\u003cbr /\u003eadtoll_your_text \u003d \"\";\u003cbr /\u003eadtoll_show_powered_by \u003d 1;\u003cbr /\u003eadtoll_layout_style \u003d 'H';\u003cbr /\u003eadtoll_view_desc \u003d 1;\u003cbr /\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT src\u003d\"http://adserve.adtoll.com/js/at_ag_8595.js\" type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- END ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJudul Asli: Cinta adalah Fitrah Yang Suci\u003cbr /\u003eSumber: Sakinah\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/_4uuLfiuDkUI/R3Xvva_6s7I/AAAAAAAAAFk/HNT6y5F04Lk/s1600-h/Love+couple.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;\" src\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/_4uuLfiuDkUI/R3Xvva_6s7I/AAAAAAAAAFk/HNT6y5F04Lk/s200/Love+couple.jpg\" alt\u003d\"\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5149285346948330418\" border\u003d\"0\" /\u003e\u003c/a\u003eCinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita\u003cbr /\u003ekepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang\u003cbr /\u003ebersumber dari fitrah yang diciptakan Allah SWT di\u003cbr /\u003edalam jiwa manusia , yaitu KECENDERUNGAN KEPADA LAWAN\u003cbr /\u003eJENISNYA ketika telah mencapai kematangan pikiran dan\u003cbr /\u003efisiknya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia\u003cbr /\u003emenciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri ,\u003cbr /\u003esupaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya ,\u003cbr /\u003edan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang\u003cbr /\u003e.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar\u003cbr /\u003eterdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (Ar Rum\u003cbr /\u003eayat 21)\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCinta pada dasarnya adalah BUKANLAH SESUATU YANG\u003cbr /\u003eKOTOR, KARENA KEKOTORAN DAN KESUCIAN TERGANTUNG DARI BINGKAINYA. Ada\u003cbr /\u003eBINGKAI YANG SUCI DAN HALAL dan ada BINGKAI YANG KOTOR DAN HARAM.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCinta mengandung segala makna KASIH SAYANG,\u003cbr /\u003eKEHARMONISAN, PENGHARGAAN DAN KERINDUAN disamping\u003cbr /\u003emengandung PERSIAPAN UNTUK MENEMPUH KEHIDUPAN DIKALA\u003cbr /\u003eSUKA DAN DUKA, LAPANG DAN SEMPIT.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik\u003cbr /\u003esaja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan\u003cbr /\u003ecinta bukan\u003cbr /\u003epuncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi\u003cbr /\u003edisamping KEINDAHAN BENTUK DAN RUPA HARUS DISERTAI KEINDAHAN DENGAN\u003cbr /\u003eAKHLAK YANG BAIK.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIslam adalah AGAMA FITRAH karena itulah ISLAM TIDAKLAH MEMBELENGGU\u003cbr /\u003ePERASAAN MANUSIA. ISLAM TIDAKLAH MENGINGKARI PERASAAN CINTA YANG TUMBUH\u003cbr /\u003ePADA DIRI SESEORANG MANUSIA. Akan tetapi Islam mengajarkan pada manusia\u003cbr /\u003euntuk MENJAGA PERASAAN CINTA ITU, DIJAGA, DIRAWAT DAN DILINDUNGI DARI\u003cbr /\u003eSEGALA KEHINAAN DAN APA SAJA YANG MENGOTORINYA.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIslam membersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa\u003cbr /\u003eSEBELUM DILAKSANAKAN AKAD NIKAH HARUS BERSIH DARI PERSENTUHAN YANG\u003cbr /\u003eHARAM.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePERNIKAHAN TEMPAT BERMUARANYA CINTA\u003cbr /\u003e\"Tidak terlihat diantara dua orang yang saling\u003cbr /\u003emencintai (sesuatu yang sangat menyenangkan) seperti pernikahan\" (Ibnu\u003cbr /\u003eMajah). PERNIKAHAN DALAM ISLAM MERUPAKAN SUATU KEWAJIBAN BAGI YANG\u003cbr /\u003eMAMPU. Dan bagi insan manusia yang saling menyintai, pernikahan\u003cbr /\u003eseharusnyalah menjadi tujuan utama mereka.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKarena itulah percintaan yang tidak mengarah kepada\u003cbr /\u003epernikahan bahkan disertai hal-hal yang diharamkan\u003cbr /\u003eagama sangat tidak disarankan oleh Islam. Cinta dalam\u003cbr /\u003epandangan Islam bukanlah hanya sebuah ketertarikan\u003cbr /\u003esecara fisik , dan bukan pula pembenaran terhadap\u003cbr /\u003eperilaku yang dilarang agama. Karena hal ini bukanlah\u003cbr /\u003ecinta melainkan sebuah LOMPATAN BIRAHI yang besar saja\u003cbr /\u003eyang akan segera pupus.Karena itu CINTA MEMERLUKAN\u003cbr /\u003eKEMATANGAN DAN KEDEWASAAN UNTUK MEMBAHAGIAKAN\u003cbr /\u003ePASANGANNYA, BUKAN MENYENGSARAKANNYA DAN BUKAN JUGA MENJERUMUSKANNYA KE\u003cbr /\u003eJURANG MAKSIAT.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePercintaan tanpa didasarkan oleh tujuan hendak menikah\u003cbr /\u003eadalah sebuah PERBUATAN MAKSIAT YANG DIHARAMKAN AGAMA.\u003cbr /\u003eKarena batas antara cinta dan nafsu birahi pada dua\u003cbr /\u003eorang manusia yang saling menyintai sangatlah tipis\u003cbr /\u003esehingga PERNIKAHAN ADALAH SEBUAH OBAT yang sangat\u003cbr /\u003etepat untuk mengobatinya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePernikahan adalah sebuah PERJANJIAN SUCI YANG\u003cbr /\u003eMENJADIKAN ALLAH SWT SEBAGAI PEMERSATUNYA. Dan tidak\u003cbr /\u003eada yang melebihi ikatan ini. Dan inilah PUNCAK SEGALA KENIKMATAN CINTA\u003cbr /\u003eitu dimana kedua orang yang saling menyinta itu memilih untuk hidup\u003cbr /\u003ebersama dan saling berjanji untuk saling mengasihi dan berbagi hidup\u003cbr /\u003ebaik suka maupun duka.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003c!-- Kontera ContentLink(TM);--\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript'\u003e\nvar dc_AdLinkColor \u003d 'orange' ;\nvar dc_UnitID \u003d 14 ;\nvar dc_PublisherID \u003d 21876 ;\nvar dc_adprod \u003d 'ADL' ;\n\u003c/script\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript' \nsrc\u003d'http://kona.kontera.com/javascript/lib/KonaLibInline.js'\u003e\n\u003c/script\u003e\n\u003c!-- Kontera ContentLink(TM) --\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5573480019636946108-5883195992171146122?l\u003dbloggerbanua.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/5883195992171146122/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d5573480019636946108\u0026postID\u003d5883195992171146122\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/5883195992171146122"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/5883195992171146122"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/2007/12/puncak-kenikmatan-cinta.html","title":"Puncak Kenikmatan Cinta"}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"11631842076553237056"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://3.bp.blogspot.com/_4uuLfiuDkUI/R3Xvva_6s7I/AAAAAAAAAFk/HNT6y5F04Lk/s72-c/Love+couple.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108.post-4598189264039083612"},"published":{"$t":"2007-12-21T21:13:00.001-08:00"},"updated":{"$t":"2008-02-11T20:47:24.522-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"inspirasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengubah Cacian Jadi Kekaguman"},"content":{"type":"html","$t":"\u003c!-- START ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSTYLE\u003e\u003cbr /\u003e.at_table_style_8595 { background-color: none; padding: 3px; }\u003cbr /\u003e.at_table_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; text-align:left; }\u003cbr /\u003e.at_other_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e.at_ad_body_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 11px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000000; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595, A.at_pow_by_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595:hover, A.at_pow_by_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e\u003c/STYLE\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003cbr /\u003eadtoll_num_ads \u003d 3;\u003cbr /\u003eadtoll_see_your_ad_here \u003d 0;\u003cbr /\u003eadtoll_your_text \u003d \"\";\u003cbr /\u003eadtoll_show_powered_by \u003d 1;\u003cbr /\u003eadtoll_layout_style \u003d 'H';\u003cbr /\u003eadtoll_view_desc \u003d 1;\u003cbr /\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT src\u003d\"http://adserve.adtoll.com/js/at_ag_8595.js\" type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- END ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/_4uuLfiuDkUI/R2yd_6_6s1I/AAAAAAAAAE0/aodJvdRde_E/s1600-h/33908.gif\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;\" src\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/_4uuLfiuDkUI/R2yd_6_6s1I/AAAAAAAAAE0/aodJvdRde_E/s200/33908.gif\" alt\u003d\"\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5146662195672298322\" border\u003d\"0\" /\u003e\u003c/a\u003eMENJADI besar tanpa penderitaan sekaligus cacian orang, itulah\u003cbr /\u003ekemauan banyak sekali anak muda. Dan kalau memang kehidupan seperti\u003cbr /\u003eitu ada, tentu ada terlalu banyak manusia yang juga menginginkannya.\u003cbr /\u003eSayangnya wajah kehidupan seperti ini tidak pernah ada. Sehingga\u003cbr /\u003ejadilah cita-cita menjadi besar tanpa penderitaan hanya sebagai\u003cbr /\u003ekhayalan manusia malas yang tidak pernah mencoba.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIni serupa dengan khayalan seorang sahabat Amerika yang bertanya:\u003cbr /\u003ekenapa Yesus tidak lahir di Amerika di abad ke-21 ini? Rekan lainnya\u003cbr /\u003esesama Amerika menimpali sambil bercanda: memangnya ada wanita\u003cbr /\u003eAmerika yang masih perawan? Namanya juga canda, tentu tidak\u003cbr /\u003edisarankan untuk memikirkannya terlalu serius. Apalagi tersinggung.\u003cbr /\u003eNamun bercanda atau tidak, serius atau sangat serius, kisah-kisah\u003cbr /\u003emanusia kuat dan terhormat hampir semuanya berisi kisah-kisah penuh\u003cbr /\u003ecacian sekaligus penderitaan. Sebutlah deretan nama-nama mengagumkan\u003cbr /\u003eseperti Nelson Mandela, Mahatma Gandhi sampai dengan Dalai Lama.\u003cbr /\u003eSemuanya dibikin kuat sekaligus terhormat oleh penderitaan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMandela menjadi kuat dan terhormat karena puluhan tahun dipenjara,\u003cbr /\u003edisakiti serta diasingkan. Sekarang, ia tidak saja dihormati dan\u003cbr /\u003edisegani namun juga menjadi modal demokrasi yang mengagumkan bagi\u003cbr /\u003eAfrika Selatan. Gandhi besar dan menjulang karena terketuk amat dalam\u003cbr /\u003ehatinya oleh kesedihan akibat diskriminasi dan penjajahan. Dan yang\u003cbr /\u003elebih mengagumkan, tatkala perjuangannya berhasil, ia menolak memetik\u003cbr /\u003ebuah kekuasaan dari hasil perjuangannya yang panjang, lama sekaligus\u003cbr /\u003emengancam nyawa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDalai Lama apa lagi. Di umur belasan tahun kehilangan kebebasan.\u003cbr /\u003eMenginjak umur dua puluhan tahun kehilangan negara. Dan sampai\u003cbr /\u003esekarang sudah hidup di pengungsian selama tidak kurang dari empat\u003cbr /\u003epuluh lima tahun. Setiap hari menerima surat sekaligus berita\u003cbr /\u003emenyedihkan tentang Tibet. Lebih dari itu, negaranya Tibet sampai\u003cbr /\u003esekarang kehilangan banyak sekali hal akibat masuknya pemerintah Cina.\u003cbr /\u003eNamun sebagaimana sudah dicatat rapi oleh sejarah, daftar-daftar\u003cbr /\u003ekesedihan Dalai Lama ini sudah berbuah teramat banyak. Menerima\u003cbr /\u003ehadiah nobel perdamaian di tahun 1989. Setiap kali berkunjung ke\u003cbr /\u003enegara-negara maju disambut lebih meriah dari penyanyi rock yang\u003cbr /\u003eterkenal. Karya-karyanya mengubah kehidupan demikian banyak orang.\u003cbr /\u003eSampai dengan julukan banyak sekali pengagumnya yang menyimpulkan\u003cbr /\u003ekalau Dalai Lama hanyalah seorang living Buddha.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eHal serupa juga terjadi dengan tokoh wanita mengagumkan bernama Evita\u003cbr /\u003ePeron. Belum berumur sepuluh tahun keluarganya berantakan karena\u003cbr /\u003eayahnya meninggal. Kemudian menyambung kehidupan dengan cara menjadi\u003cbr /\u003epembantu rumah tangga. Bosan jadi pembantu kemudian menjadi penyanyi\u003cbr /\u003ebar. Dan bahkan sempat diisukan miring dalam dunia serba gemerlap\u003cbr /\u003eini. Pernikahannya dengan Juan Peron tidak mengakhiri penderitaan,\u003cbr /\u003emalah menambah panjangnya aliran sungai air mata. Namun kehidupan\u003cbr /\u003eEvita Peron demikian bercahaya. Tidak saja di Argentina ia bercahaya,\u003cbr /\u003edi dunia ia juga bercahaya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSalah satu guru meditasi mengagumkan di Amerika bernama Pema Chodron.\u003cbr /\u003eTidak saja bahasanya sederhana, pengungkapan idenya juga mendalam.\u003cbr /\u003eNamun kekaguman seperti ini juga berawal dari kesedihan mendalam.\u003cbr /\u003eSebagaimana yang ia tuturkan dalam When Things Fall Apart, perjalanan\u003cbr /\u003ekejernihan Pema Chodron mulai dengan sebuah kesedihan yang tidak\u003cbr /\u003eterduga:\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003esuaminya mengaku jatuh cinta pada wanita lain dan minta segera cerai.\u003cbr /\u003eBagi seorang wanita setia, tentu saja ini seperti petir di siang\u003cbr /\u003ebolong. Namun betapa menyakitkan pun beritanya, hidup harus tetap\u003cbr /\u003eberjalan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDari sinilah ia belajar meditasi dari Chogyam Trungpa. Dan ini juga\u003cbr /\u003eyang membukakan pintu kehidupan yang mengagumkan belakangan. Sehingga\u003cbr /\u003edi salah satu bagian buku tadi, Chodron secara jujur mengungkapkan\u003cbr /\u003ekalau mantan suaminya yang di awal seperti mencampakkan hidupnya,\u003cbr /\u003eternyata seorang pembuka pintu kehidupan yang mengagumkan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCerita Thich Nhat Hanh lain lagi. Tokoh perdamaian asli Vietnam ini\u003cbr /\u003emengalami banyak sekali pengalaman getir ketika perang Vietnam. Kalau\u003cbr /\u003esoal hampir mati, atau hampir diterjang peluru panas sudah biasa.\u003cbr /\u003eNamun tatkala membawa misi perdamaian ke Amerika, ternyata pemerintah\u003cbr /\u003eVietnam melarangnya kembali ke Vietnam. Dan sejak puluhan tahun yang\u003cbr /\u003elalu Thich Nhat Hanh bermukim di Prancis. Dan penderitaan serta\u003cbr /\u003ekesedihan-kesedihan yang mendalam ini juga yang membuat nama Hanh\u003cbr /\u003edemikian dikenal dan menjulang. Pernah dinominasikan sebagai pemenang\u003cbr /\u003ehadiah Nobel perdamaian, dihormati di banyak sekali negara, dan karya-\u003cbr /\u003ekaryanya lebih dari sekadar mengagumkan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDaftar panjang tokoh-tokoh kuat sekaligus terhormat, yang dibuat\u003cbr /\u003ebesar oleh penderitaan dan cacian orang masih bisa diperpanjang.\u003cbr /\u003eNamun semua ini sedang membukakan pintu kehidupan yang amat berguna:\u003cbr /\u003ependeritaan dan cacian orang ternyata sejenis vitamin jiwa yang\u003cbr /\u003emembuatnya jadi menyala. Ini mirip sekali dengan judul sebuah buku\u003cbr /\u003eindah yang berbunyi: Pain, the Gift that Nobody Want. Rasa sakit,\u003cbr /\u003ependeritaan, cacian orang hampir semua manusia tidak menghendakinya.\u003cbr /\u003eTidak saja lari jauh-jauh, bahkan sebagian lebih doa manusia memohon\u003cbr /\u003eagar dijauhkan dari penderitaan, cacian sekaligus rasa sakit.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eNamun daftar panjang kisah manusia seperti Dalai Lama, Pema Chodron\u003cbr /\u003esampai dengan Thich Nhat Hanh ternyata bertutur berbeda. Hanya\u003cbr /\u003emanusia-manusia yang penuh kesabaran dan ketabahan untuk tersenyum di\u003cbr /\u003etengah cacian dan penderitaan, kemudian jiwanya menyala menerangi\u003cbr /\u003ekehidupan banyak sekali orang.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTernyata, penderitaan dan cacian orang – di tangan manusia-manusia\u003cbr /\u003esabar dan tabah – bisa menjadi bahan-bahan yang memproduksi kekaguman\u003cbr /\u003eorang kemudian. Persoalannya kemudian, di tengah-tengah sebagian\u003cbr /\u003elebih wajah kehidupan yang serba instant, punyakah kita cukup banyak\u003cbr /\u003ekesabaran dan ketabahan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eOleh: GEDE PRAMA\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003c!-- Kontera ContentLink(TM);--\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript'\u003e\nvar dc_AdLinkColor \u003d 'orange' ;\nvar dc_UnitID \u003d 14 ;\nvar dc_PublisherID \u003d 21876 ;\nvar dc_adprod \u003d 'ADL' ;\n\u003c/script\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript' \nsrc\u003d'http://kona.kontera.com/javascript/lib/KonaLibInline.js'\u003e\n\u003c/script\u003e\n\u003c!-- Kontera ContentLink(TM) --\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5573480019636946108-4598189264039083612?l\u003dbloggerbanua.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/4598189264039083612/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d5573480019636946108\u0026postID\u003d4598189264039083612\u0026isPopup\u003dtrue","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/4598189264039083612"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/4598189264039083612"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/2007/12/mengubah-cacian-jadi-kekaguman.html","title":"Mengubah Cacian Jadi Kekaguman"}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"11631842076553237056"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://4.bp.blogspot.com/_4uuLfiuDkUI/R2yd_6_6s1I/AAAAAAAAAE0/aodJvdRde_E/s72-c/33908.gif","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108.post-1289393011468686890"},"published":{"$t":"2007-11-29T18:27:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2008-02-11T20:47:47.067-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"inspirasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Menebar Energi Kasih Sayang"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cspan style\u003d\"font-size:85%;\"\u003e\u003ctt\u003e sumber: http://www.republika.co.id/koran.asp?kat_id\u003d105\u0026amp;kat_id1\u003d232\u003c/tt\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- START ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSTYLE\u003e\u003cbr /\u003e.at_table_style_8595 { background-color: none; padding: 3px; }\u003cbr /\u003e.at_table_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; text-align:left; }\u003cbr /\u003e.at_other_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e.at_ad_body_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 11px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000000; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595, A.at_pow_by_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595:hover, A.at_pow_by_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e\u003c/STYLE\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003cbr /\u003eadtoll_num_ads \u003d 3;\u003cbr /\u003eadtoll_see_your_ad_here \u003d 0;\u003cbr /\u003eadtoll_your_text \u003d \"\";\u003cbr /\u003eadtoll_show_powered_by \u003d 1;\u003cbr /\u003eadtoll_layout_style \u003d 'H';\u003cbr /\u003eadtoll_view_desc \u003d 1;\u003cbr /\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT src\u003d\"http://adserve.adtoll.com/js/at_ag_8595.js\" type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- END ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTidaklah seseorang memiliki kasih sayang terhadap sesama, kecuali Allah SWT akan menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku bengis terhadap sesamanya, kecuali Allah akan mencabut rasa kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSuatu hari Umar bin Khathab berjalan-jalan di seputar Madinah. Saat itu ia melihat seorang anak kecil sedang memainkan seekor burung pipit. Timbullah rasa iba dalam hati Umar. Ia pun segera membujuk si anak untuk menjual burung pipit mainannya. Anak itu setuju. Segera setelah bertransaksi, Umar melepaskan burung itu ke udara.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSetelah beliau wafat, sebagian sahabat mimpi berjumpa dengan Umar. Mereka bertanya, \"Bagaimana Allah memperlakukan Anda?\" Umar menjawab, \"Allah mengampuni dan memuliakan.\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePara sahabat bertanya kembali, \"Apakah sebabnya? Apa karena kedermawananmu, keadilanmu, atau karena kezuhudanmu?\".\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Ketika manusia menguburkanku dan mereka pulang, tinggallah aku sendirian di dalam kubur. Maka datanglah dua malaikat. Akalku hilang dan aku pun gemetar ketakutan. Mereka mendudukkanku untuk menanyaiku. Saat itulah terdengar suara tanpa rupa: 'Wahai Malaikat, tinggalkanlah hamba-Ku ini! Tidak usah kalian tanya atau kalian takut-takuti dia, sebab Aku menyayanginya dan akan Aku bebaskan siksaan daripadanya. Karena dia adalah seorang yang mengasihi seekor burung pipit waktu di dunia. Maka di akhirat Aku menyayangi-Nya,\" demikian keterangan Umar.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDi dunia ini berlaku hukum kekekalan energi. Satu hukum yang menjelaskan bahwa sebuah energi tidak akan pernah hilang, ia hanya sekadar berubah bentuk. Sebagai sebuah ilustrasi, dari dulu hingga sekarang jumlah benda cair selalu tetap jumlahnya, hanya bentuknya saja yang berubah-ubah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eHukum ini berlaku pula pada manusia. Setiap energi yang dihasilkan, entah itu energi positif (amal saleh) maupun negatif (dosa), nilainya tidak akan pernah hilang. Kita menolong orang yang kesusahan misalnya, maka energi positif tersebut akan selalu ada dan akan kembali pada kita. Bentuknya bisa sama, ditolong kembali oleh yang lain saat kita kesusahan, ataupun dalam bentuk berbeda, berupa pujian dari manusia, ketenangan jiwa, atau pahala di sisi Allah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBahkan, dalam pandangan Allah Swt, energi kebaikan tersebut akan dikembalikan kepada pembuatnya dalam jumlah yang berlipat-lipat. Difirmankan, Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walau sebesar zarrah, dan jika ada kebaikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar (QS An-Nisa' [4]: 40).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePengalaman Umar bin Khathab menjadi contoh konkret akan adanya hukum kekekalan energi. Walau hanya menolong seekor pipit, Allah SWT membalasnya dengan pahala yang teramat luar biasa. Umar telah memberikan energi kasih sayangnya dan Allah SWT membalasnya dengan energi kasih sayang yang jauh lebih besar. Tidak hanya itu, kebaikan yang terlihat \"sepele\" tersebut makin mengangkat derajat Umar di hadapan Allah dan semua makhluk-Nya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBenar apa yang dikatakan Rasul bahwa tidaklah seseorang memiliki kasih sayang terhadap sesama, kecuali Allah Swt akan menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku bengis terhadap sesamanya, kecuali Allah akan mencabut rasa kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAda kisah lain yang menunjukkan betapa energi kasih sayang yang dianggap sepele, mampu mengangkat pelakunya pada tempat yang terhormat. Di antaranya kisah seorang pezina yang diampuni Allah dan dimasukkan ke dalam surga hanya karena menolong anjing yang kehausan. Sebaliknya, ada seorang ahli ibadah yang divonis masuk neraka hanya karena mengurung seekor kucing tanpa diberi makan, sampai kucing tersebut mati kelaparan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKasih sayang dan kualitas beragama\u003cbr /\u003eHakikat keberagamaan adalah terjalinnya kasih sayang. Allah SWT menurunkan Islam sebagai pemandu bagi manusia agar saling berkasih sayang dan menyebarkannya pada penghuni bumi yang lain. Allah SWT berfirman, \"Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.\" (QS Al-Anbiya' [21]: 107).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKarena itu, tidak mungkin seorang yang mengaku Muslim tega menyakiti makhluk Allah lainnya tanpa alasan yang jelas. Mukmin adalah mereka yang bisa memberi kedamaian kepada semua objek di sekitarnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eRasulullah SAW bersabda, \"Kalian tidak dianggap beriman sebelum kalian saling menyayangi.\" Para sahabat bertanya, \"Bukankah masing-masing kita memiliki kasih sayang?\". Beliau menjawab, \"Yang dimaksud bukanlah kasih sayang seorang di antara kalian kepada sahabatnya. Tetapi kasih sayang untuk umat manusia, kasih sayang yang bersifat umum\".\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBila kasih sayang sudah menyebar di muka bumi, maka curahan kasih sayang Allah pun akan tertuang di atasnya. \"Kasihilah yang ada di bumi, niscaya engkau akan dikasihi yang di langit\". Sebaliknya murka Allah akan turun tatkala kita menzalimi yang di bumi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBoleh jadi, kesempitan hidup yang kita derita, salah satu penyebabnya adalah telah lunturnya kasih sayang di dalam hati kita. Lihatlah, kita sering tidak peka terhadap kesusahaan orang lain. Saat teman sakit, kita anggap itu biasa dan tidak terenyuh untuk sekadar menanyakan kabar atau menjenguknya. Saat ribuan TKI diusir dari negara lain, kita menganggapnya sebagai hal biasa. Jarang kita memberi perhatian pada mereka walau dengan seuntai doa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAda satu hadis dari Abu Hurairah yang layak kita renungkan. Rasulullah Saw bersabda: \"Sesungguhnya Allah berfirman pada hari Kiamat, 'Wahai Anak Adam! Aku telah sakit tetapi kamu tidak menjenguk-Ku'. Dia (Anak Adam) menjawab, 'Ya Rabbi, bagaimanakah aku menjenguk-Mu, padahal Engkau Rabb al-Alamin?'. Allah berfirman, 'Tidakkah kamu tahu, bahwa hamba-Ku telah menderita sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya. Apakah kamu tidak tahu bahwa kalau kamu menjenguknya, niscaya kamu dapati (pahala dari) Ku berada di sisinya'.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e'Wahai anak Adam! Aku meminta makan kepadamu, tetapi kamu tidak memberi-Ku makan'. Dia menjawab, 'Ya Rabbi, bagaimana aku memberi-Mu makan, padahal Engkau Rabb al-Alamin?'. Allah berfirman, 'Tidakkah kamu tahu bahwa hamba-Ku meminta makan kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya makan. Apakah kamu tidak tahu bahwa kalau kamu memberinya makan, niscaya kamu dapati balasannya ada pada-Ku'.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e'Wahai anak Adam! Aku meminta minum, tetapi kamu tidak memberi-Ku minum'. Dia menjawab: 'Ya Rabbi, bagaimana aku memberi-Mu minum, padahal Engkau Rabb al-'Alamin?'. Allah berfirman, 'Tidakkah kamu tahu bahwa hamba-Ku meminta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya minum. Apakah kamu tidak tahu bahwa kalau kamu memberinya minum, niscaya kamu mendapati balasannya ada pada-Ku'.\" (HR Muslim).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eApa makna dari \"Aku sakit engkau tak menjenguk-Ku, Aku lapar engkau tak memberi-Ku makan. Aku haus tapi engkau tak memberi-Ku minum?\". Bagaimana Allah Yang Mahaperkasa, Yang Mahakaya berfirman bahwa Dia sakit, Dia lapar dan Dia haus? Hakikatnya, Allah itu bersama orang-orang yang kesusahan. Siapa yang menyayangi dan menolong mereka, nilainya sama dengan menyayangi dan \"menolong\" Tuhannya. Wallahu a'lam bish-shawab.\u003cbr /\u003e(ems )\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- ADster Text Ads Code START --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cscript language\u003d\"javascript\" type\u003d\"text/javascript\" src\u003d\"http://adserve.adster.com/serve.php?pid\u003d20126\"\u003e\u003c/script\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- ADster Text Ads Code END --\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003c!-- Kontera ContentLink(TM);--\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript'\u003e\nvar dc_AdLinkColor \u003d 'orange' ;\nvar dc_UnitID \u003d 14 ;\nvar dc_PublisherID \u003d 21876 ;\nvar dc_adprod \u003d 'ADL' ;\n\u003c/script\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript' \nsrc\u003d'http://kona.kontera.com/javascript/lib/KonaLibInline.js'\u003e\n\u003c/script\u003e\n\u003c!-- Kontera ContentLink(TM) --\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5573480019636946108-1289393011468686890?l\u003dbloggerbanua.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/1289393011468686890/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d5573480019636946108\u0026postID\u003d1289393011468686890\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/1289393011468686890"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/1289393011468686890"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/2007/11/menebar-energi-kasih-sayang.html","title":"Menebar Energi Kasih Sayang"}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"11631842076553237056"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108.post-8403807554255810026"},"published":{"$t":"2007-10-31T21:13:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2008-02-11T20:47:52.622-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"inspirasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tips"}],"title":{"type":"text","$t":"Puncak Kenikmatan Cinta"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cspan style\u003d\";font-family:arial;font-size:100%;\" \u003ePernikahan adalah sebuah PERJANJIAN SUCI YANG\u003cbr /\u003eMENJADIKAN ALLAH SWT SEBAGAI PEMERSATUNYA. Dan tidak\u003cbr /\u003eada yang melebihi ikatan ini. Dan inilah PUNCAK SEGALA KENIKMATAN CINTA\u003cbr /\u003eitu dimana kedua orang yang saling mencinta itu memilih untuk hidup\u003cbr /\u003ebersama dan saling berjanji untuk saling mengasihi dan berbagi hidup\u003cbr /\u003ebaik suka maupun duka.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDuh...makanya cepetan menikah !!! :-)\u003cbr /\u003e\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003d\u003cbr /\u003e\u003c!-- START ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSTYLE\u003e\u003cbr /\u003e.at_table_style_8595 { background-color: none; padding: 3px; }\u003cbr /\u003e.at_table_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; text-align:left; }\u003cbr /\u003e.at_other_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e.at_ad_body_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 11px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000000; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595, A.at_pow_by_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595:hover, A.at_pow_by_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e\u003c/STYLE\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003cbr /\u003eadtoll_num_ads \u003d 3;\u003cbr /\u003eadtoll_see_your_ad_here \u003d 0;\u003cbr /\u003eadtoll_your_text \u003d \"\";\u003cbr /\u003eadtoll_show_powered_by \u003d 1;\u003cbr /\u003eadtoll_layout_style \u003d 'H';\u003cbr /\u003eadtoll_view_desc \u003d 1;\u003cbr /\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT src\u003d\"http://adserve.adtoll.com/js/at_ag_8595.js\" type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- END ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJudul Asli: Cinta adalah Fitrah Yang Suci\u003cbr /\u003eSumber: Sakinah\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita\u003cbr /\u003ekepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang\u003cbr /\u003ebersumber dari fitrah yang diciptakan Allah SWT di\u003cbr /\u003edalam jiwa manusia , yaitu KECENDERUNGAN KEPADA LAWAN\u003cbr /\u003eJENISNYA ketika telah mencapai kematangan pikiran dan\u003cbr /\u003efisiknya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia\u003cbr /\u003emenciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri ,\u003cbr /\u003esupaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya ,\u003cbr /\u003edan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang\u003cbr /\u003e.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar\u003cbr /\u003eterdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (Ar Rum\u003cbr /\u003eayat 21)\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCinta pada dasarnya adalah BUKANLAH SESUATU YANG\u003cbr /\u003eKOTOR, KARENA KEKOTORAN DAN KESUCIAN TERGANTUNG DARI BINGKAINYA. Ada\u003cbr /\u003eBINGKAI YANG SUCI DAN HALAL dan ada BINGKAI YANG KOTOR DAN HARAM.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCinta mengandung segala makna KASIH SAYANG,\u003cbr /\u003eKEHARMONISAN, PENGHARGAAN DAN KERINDUAN disamping\u003cbr /\u003emengandung PERSIAPAN UNTUK MENEMPUH KEHIDUPAN DIKALA\u003cbr /\u003eSUKA DAN DUKA, LAPANG DAN SEMPIT.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik\u003cbr /\u003esaja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan\u003cbr /\u003ecinta bukan\u003cbr /\u003epuncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi\u003cbr /\u003edisamping KEINDAHAN BENTUK DAN RUPA HARUS DISERTAI KEINDAHAN DENGAN\u003cbr /\u003eAKHLAK YANG BAIK.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIslam adalah AGAMA FITRAH karena itulah ISLAM TIDAKLAH MEMBELENGGU\u003cbr /\u003ePERASAAN MANUSIA. ISLAM TIDAKLAH MENGINGKARI PERASAAN CINTA YANG TUMBUH\u003cbr /\u003ePADA DIRI SESEORANG MANUSIA. Akan tetapi Islam mengajarkan pada manusia\u003cbr /\u003euntuk MENJAGA PERASAAN CINTA ITU, DIJAGA, DIRAWAT DAN DILINDUNGI DARI\u003cbr /\u003eSEGALA KEHINAAN DAN APA SAJA YANG MENGOTORINYA.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIslam membersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa\u003cbr /\u003eSEBELUM DILAKSANAKAN AKAD NIKAH HARUS BERSIH DARI PERSENTUHAN YANG\u003cbr /\u003eHARAM.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePERNIKAHAN TEMPAT BERMUARANYA CINTA\u003cbr /\u003e\"Tidak terlihat diantara dua orang yang saling\u003cbr /\u003emencintai (sesuatu yang sangat menyenangkan) seperti pernikahan\" (Ibnu\u003cbr /\u003eMajah). PERNIKAHAN DALAM ISLAM MERUPAKAN SUATU KEWAJIBAN BAGI YANG\u003cbr /\u003eMAMPU. Dan bagi insan manusia yang saling menyintai, pernikahan\u003cbr /\u003eseharusnyalah menjadi tujuan utama mereka.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKarena itulah percintaan yang tidak mengarah kepada\u003cbr /\u003epernikahan bahkan disertai hal-hal yang diharamkan\u003cbr /\u003eagama sangat tidak disarankan oleh Islam. Cinta dalam\u003cbr /\u003epandangan Islam bukanlah hanya sebuah ketertarikan\u003cbr /\u003esecara fisik , dan bukan pula pembenaran terhadap\u003cbr /\u003eperilaku yang dilarang agama. Karena hal ini bukanlah\u003cbr /\u003ecinta melainkan sebuah LOMPATAN BIRAHI yang besar saja\u003cbr /\u003eyang akan segera pupus.Karena itu CINTA MEMERLUKAN\u003cbr /\u003eKEMATANGAN DAN KEDEWASAAN UNTUK MEMBAHAGIAKAN\u003cbr /\u003ePASANGANNYA, BUKAN MENYENGSARAKANNYA DAN BUKAN JUGA MENJERUMUSKANNYA KE\u003cbr /\u003eJURANG MAKSIAT.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePercintaan tanpa didasarkan oleh tujuan hendak menikah\u003cbr /\u003eadalah sebuah PERBUATAN MAKSIAT YANG DIHARAMKAN AGAMA.\u003cbr /\u003eKarena batas antara cinta dan nafsu birahi pada dua\u003cbr /\u003eorang manusia yang saling menyintai sangatlah tipis\u003cbr /\u003esehingga PERNIKAHAN ADALAH SEBUAH OBAT yang sangat\u003cbr /\u003etepat untuk mengobatinya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePernikahan adalah sebuah PERJANJIAN SUCI YANG\u003cbr /\u003eMENJADIKAN ALLAH SWT SEBAGAI PEMERSATUNYA. Dan tidak\u003cbr /\u003eada yang melebihi ikatan ini. Dan inilah PUNCAK SEGALA KENIKMATAN CINTA\u003cbr /\u003eitu dimana kedua orang yang saling menyinta itu memilih untuk hidup\u003cbr /\u003ebersama dan saling berjanji untuk saling mengasihi dan berbagi hidup\u003cbr /\u003ebaik suka maupun duka.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*\u003cbr /\u003eAkhukum fillah,\u003c/span\u003e \u003ctable\u003e\u003ctbody\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd bgcolor\u003d\"#ffffff\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- ADster Text Ads Code START --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cscript language\u003d\"javascript\" type\u003d\"text/javascript\" src\u003d\"http://adserve.adster.com/serve.php?pid\u003d20126\"\u003e\u003c/script\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- ADster Text Ads Code END --\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003c!-- Kontera ContentLink(TM);--\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript'\u003e\nvar dc_AdLinkColor \u003d 'orange' ;\nvar dc_UnitID \u003d 14 ;\nvar dc_PublisherID \u003d 21876 ;\nvar dc_adprod \u003d 'ADL' ;\n\u003c/script\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript' \nsrc\u003d'http://kona.kontera.com/javascript/lib/KonaLibInline.js'\u003e\n\u003c/script\u003e\n\u003c!-- Kontera ContentLink(TM) --\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5573480019636946108-8403807554255810026?l\u003dbloggerbanua.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/8403807554255810026/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d5573480019636946108\u0026postID\u003d8403807554255810026\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/8403807554255810026"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/8403807554255810026"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/2007/10/puncak-kenikmatan-cinta.html","title":"Puncak Kenikmatan Cinta"}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"11631842076553237056"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108.post-9096629992210738701"},"published":{"$t":"2007-10-30T17:36:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2008-02-11T20:47:57.324-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tarikh Rasul"}],"title":{"type":"text","$t":"Ketika Hidup Rasulullah berakhir....."},"content":{"type":"html","$t":"\u003c!-- START ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSTYLE\u003e\u003cbr /\u003e.at_table_style_8595 { background-color: none; padding: 3px; }\u003cbr /\u003e.at_table_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; text-align:left; }\u003cbr /\u003e.at_other_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e.at_ad_body_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 11px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000000; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595, A.at_pow_by_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595:hover, A.at_pow_by_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e\u003c/STYLE\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003cbr /\u003eadtoll_num_ads \u003d 3;\u003cbr /\u003eadtoll_see_your_ad_here \u003d 0;\u003cbr /\u003eadtoll_your_text \u003d \"\";\u003cbr /\u003eadtoll_show_powered_by \u003d 1;\u003cbr /\u003eadtoll_layout_style \u003d 'H';\u003cbr /\u003eadtoll_view_desc \u003d 1;\u003cbr /\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT src\u003d\"http://adserve.adtoll.com/js/at_ag_8595.js\" type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- END ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKiamat memang sudah dekat, begitu banyak bermunculan orang-orang yang tidak waras yang mendakwakan dirinya sebagai nabi dan rasul. Sungguh itu merupakan sebuah kemunkaran yang nyata.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerikut adalah sepenggal cerita bagaimana orang mulia, Kekasih Allah, manusia termulia dimuka bumi yang menerima risalah kerasulan terakhir sebagai Rahmat bagi Alam bagi yang berpegang pada wasiatnya yaitu Al Quran dan Al Hadist.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAda sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan\u003cbr /\u003eRasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning,burung-burung gurun\u003cbr /\u003eenggan mengepakkan sayap.\u003cbr /\u003ePagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, \"Wahai umatku, kita\u003cbr /\u003esemua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah\u003cbr /\u003ekepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa\u003cbr /\u003emencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku,\u003cbr /\u003eakan bersama-sama masuk surga bersama aku.\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKhutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap\u003cbr /\u003esahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar\u003cbr /\u003edadanya naik turun menahan napas dan tangisnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eUstman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat\u003cbr /\u003eitu telah datang, saatnya sudah tiba.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Rasulullah akan meninggalkan kita semua,\" desah hati semua sahabat kala itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eManusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu\u003cbr /\u003esemakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang\u003cbr /\u003elimbung saat turun dari mimbar.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSaat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik\u003cbr /\u003eberlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup.\u003cbr /\u003eSedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang\u003cbr /\u003eberkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.\u003cbr /\u003e\"Bolehkah saya masuk?\" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Maafkanlah, ayahku sedang demam,\" kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan\u003cbr /\u003ebertanya pada Fatimah, \"Siapakah itu wahai anakku?\"\u003cbr /\u003e\"Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,\"\u003cbr /\u003etutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan\u003cbr /\u003epandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang.\u003cbr /\u003e\"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang\u003cbr /\u003ememisahkan pertemuan di dunia\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDialah malakul maut,\" kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.\u003cbr /\u003eMalaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak\u003cbr /\u003eikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas\u003cbr /\u003elangit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.\u003cbr /\u003e\"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. \"Pintu-pintu langit telah\u003cbr /\u003eterbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti\u003cbr /\u003ekedatanganmu,\" kata Jibril Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega,\u003cbr /\u003ematanya masih penuh kecemasan. \"Engkau tidak senang mendengar kabar ini?\" Tanya\u003cbr /\u003eJibril lagi. \"Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?\"\u003cbr /\u003e\"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman\u003cbr /\u003ekepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada\u003cbr /\u003edidalamnya,\" kata Jibril.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDetik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh\u003cbr /\u003eRasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat\u003cbr /\u003elehernya menegang. \"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eLirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk\u003cbr /\u003esemakin dalam dan Jibril membuang muka. \"Jijikkah kau melihatku, hingga\u003cbr /\u003ekaupalingkan wajahmu Jibril?\" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu\u003cbr /\u003eitu. \" Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal,\" kata Jibril.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik,karena sakit yang tak\u003cbr /\u003etertahankan lagi. \"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa\u003cbr /\u003emaut ini kepadaku, jangan pada umatku.\" Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan\u003cbr /\u003edadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan\u003cbr /\u003esesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni\u003cbr /\u003eorang-orang lemah di antaramu.\" Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan,\u003cbr /\u003esahabat saling berpelukan.Fatimah menutupkan tangan di wajahnya,\u003cbr /\u003edan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.\u003cbr /\u003e\"Ummatii, ummatii, ummatiii?\" - \"Umatku, umatku, umatku\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu.\u003cbr /\u003eKini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa\u003cbr /\u003ebaarik wa salim 'alaihi\u003cbr /\u003eBetapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-2 muslim lainnya\u003cbr /\u003eagar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan\u003cbr /\u003eRasulnya mencinta kita. Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.\u003cbr /\u003e---------------------------------------------------------------------------------\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- ADster Text Ads Code START --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cscript language\u003d\"javascript\" type\u003d\"text/javascript\" src\u003d\"http://adserve.adster.com/serve.php?pid\u003d20126\"\u003e\u003c/script\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- ADster Text Ads Code END --\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003c!-- Kontera ContentLink(TM);--\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript'\u003e\nvar dc_AdLinkColor \u003d 'orange' ;\nvar dc_UnitID \u003d 14 ;\nvar dc_PublisherID \u003d 21876 ;\nvar dc_adprod \u003d 'ADL' ;\n\u003c/script\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript' \nsrc\u003d'http://kona.kontera.com/javascript/lib/KonaLibInline.js'\u003e\n\u003c/script\u003e\n\u003c!-- Kontera ContentLink(TM) --\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5573480019636946108-9096629992210738701?l\u003dbloggerbanua.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/9096629992210738701/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d5573480019636946108\u0026postID\u003d9096629992210738701\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/9096629992210738701"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/9096629992210738701"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/2007/10/ketika-hidup-rasulullah-berakhir.html","title":"Ketika Hidup Rasulullah berakhir....."}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"11631842076553237056"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108.post-953159266618141402"},"published":{"$t":"2007-10-28T19:11:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2008-02-11T20:48:14.693-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"inspirasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kisah"}],"title":{"type":"text","$t":"Orang Aneh"},"content":{"type":"html","$t":"\u003c!-- START ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSTYLE\u003e\u003cbr /\u003e.at_table_style_8595 { background-color: none; padding: 3px; }\u003cbr /\u003e.at_table_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; text-align:left; }\u003cbr /\u003e.at_other_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e.at_ad_body_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 11px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000000; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595, A.at_pow_by_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595:hover, A.at_pow_by_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e\u003c/STYLE\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003cbr /\u003eadtoll_num_ads \u003d 3;\u003cbr /\u003eadtoll_see_your_ad_here \u003d 0;\u003cbr /\u003eadtoll_your_text \u003d \"\";\u003cbr /\u003eadtoll_show_powered_by \u003d 1;\u003cbr /\u003eadtoll_layout_style \u003d 'H';\u003cbr /\u003eadtoll_view_desc \u003d 1;\u003cbr /\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT src\u003d\"http://adserve.adtoll.com/js/at_ag_8595.js\" type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- END ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Dunia memang aneh\", Gumam Pak Ustadz\u003cbr /\u003e\"Apanya yang aneh Pak?\" Tanya Penulis yang fakir ini.\u003cbr /\u003e\"Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu\u003cbr /\u003eyang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa\" \"Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban,lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami\" Kata\u003cbr /\u003ePak Ustadz. Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah. Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya\" \"Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih? Tanya\u003cbr /\u003eibu muda itu. Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang\u003cbr /\u003elain rasanya; \"Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang semestinya seperti itu ditumbenin? Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja? Kenapa orang kemasjid dianggap aneh? Orang yang pergi kemasjid akan terasa \"aneh\" ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton sinetron \"intan\". Orang kemasjid akan terasa \"aneh\" ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan. Orang kemasjid terasa \"aneh\" ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor kehujanan. Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, \"Kamu akan banyak menjumpai \"keanehan-keanehan\" lain disekitarmu\" , kata Pak Ustadz. \"Keanehan-keanehan\" disekitar kita? Cobalah ketika kita datang kekantor, kita lakukan shalat sunah dhuha,pasti akan nampak \"aneh\" ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan ngobrol. Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa \"aneh\", karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu. Cobalah berdzikir atau tadabur al qur'an ba'da shalat, akan terasa aneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat.\u003cbr /\u003eDan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar\u003cbr /\u003etidurnya tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat. Aneh bukan? Cobalah hari ini shalat jum'at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah kedua menjelang selesai. Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test..test, test saja. Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau\u003cbr /\u003eayat al qur'an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya. Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang \"aneh\" selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari'at dan tata nilai serta norma yang benar. Jangan takut \"ditumbenin\" ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian rapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al qur'an (Al A'raf:31) Jangan takut dikatakan \"sok alim\" ketika kita lakukan shalat dhuha\u003cbr /\u003edikantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak\u003cbr /\u003ekaruan. Jangan takut dikatakan \"Sok Rajin\" ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman. Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa*). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Annisaa:103) *\u003cbr /\u003eJangan takut untuk shalat jum'at dishaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. ....\u003cbr /\u003e9. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at,Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. (Al Jumu'ah:9) [1475] Maksudnya: apabila imam Telah naik mimbar dan muazzin Telah azan di hari Jum'at, Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya. Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al\u003cbr /\u003equr'an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling\u003cbr /\u003emenasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan; 33. *Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah*, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: \"Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?\" (Fusshilat:33) Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali seru, sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang amal kita.... Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa\u003cbr /\u003ekirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan\u003cbr /\u003eatau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh nggak sih? Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong itu yang disuruh kok, \"sampaikan dariku walau satu ayat\" Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari\u003cbr /\u003eorang-orang terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja. Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun. Lakukan \"keanehan-keanehan\" yang dituntun manhaj dan syari'at yang benar. Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur'an \u0026amp; Hadist),meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral. Lagian kenapa kita harus takut disebut \"orang aneh\" atau \"manusia langka\" jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelamatkan kita.Selamat jadi orang aneh\u003cdari sebuah\u003d\"\" milis\u003d\"\"\u003e yang berusaha menjadi orang aneh\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/dari\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- ADster Text Ads Code START --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cscript language\u003d\"javascript\" type\u003d\"text/javascript\" src\u003d\"http://adserve.adster.com/serve.php?pid\u003d20126\"\u003e\u003c/script\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- ADster Text Ads Code END --\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003c!-- Kontera ContentLink(TM);--\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript'\u003e\nvar dc_AdLinkColor \u003d 'orange' ;\nvar dc_UnitID \u003d 14 ;\nvar dc_PublisherID \u003d 21876 ;\nvar dc_adprod \u003d 'ADL' ;\n\u003c/script\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript' \nsrc\u003d'http://kona.kontera.com/javascript/lib/KonaLibInline.js'\u003e\n\u003c/script\u003e\n\u003c!-- Kontera ContentLink(TM) --\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5573480019636946108-953159266618141402?l\u003dbloggerbanua.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/953159266618141402/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d5573480019636946108\u0026postID\u003d953159266618141402\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/953159266618141402"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/953159266618141402"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/2007/10/orang-aneh.html","title":"Orang Aneh"}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"11631842076553237056"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108.post-3034348864022804052"},"published":{"$t":"2007-10-10T21:57:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2008-02-11T20:48:36.347-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"inspirasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kisah"}],"title":{"type":"text","$t":"Story of trader"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp class\u003d\"mobile-photo\"\u003e\u003ca href\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/_4uuLfiuDkUI/Rw2tGjK6nuI/AAAAAAAAADI/ZUJ-VRpE6zs/s1600-h/Artquran-718288.jpg\"\u003eKisah pedagang beristri empat\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"mobile-photo\"\u003e\u003ca href\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/_4uuLfiuDkUI/Rw2tGjK6nuI/AAAAAAAAADI/ZUJ-VRpE6zs/s1600-h/Artquran-718288.jpg\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\u003cblockquote\u003e\"Lord, do not cause our hearts to swerve after You have guided us. Grant us Your Mercy. You are the Embracing Giver (Al Wahab)\" (Qur'an,Ali 'Imran : 8) \u003c/blockquote\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\";font-family:Courier New;font-size:100%;\" \u003e Suatu waktu, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang isteri. Dia\u003cbr /\u003emencintai isteri yang keempat dan memberinya harta dan kekayaan yang banyak. Sebab dialah\u003cbr /\u003eyang tercantik di antara semua isterinya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePria ini sangat bangga dengan isteri ketiganya, dan selalu berusaha memperkenalkannya kepada\u003cbr /\u003esemua temannya. Ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini akan lari dengan pria yang lain.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIapun sangat menyukai isteri keduanya yang sabar dan pengertian. Bila pedagang ini\u003cbr /\u003emendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan isterinya ini. Dialah tempatnya\u003cbr /\u003ebergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa\u003cbr /\u003eyang sulit.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIsteri yang pertama adalah pasangan yang setia. Dia selalu membawa perbaikan bagi kehidupan\u003cbr /\u003ekeluarga ini. Dialah yang merawat dan mengatur kekayaan dan usaha sang suami. Akan tetapi\u003cbr /\u003esang pedagang tidak begitu mencintainya. Walaupan sang isteri pertama ini begitu sayang\u003cbr /\u003ekepadanya, namun ia tidak begitu memperdulikannya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSuatu ketika sang pedagang sakit dan menyadari bahwa dia akan segera meningagl. Lalu ia\u003cbr /\u003ememinta semua isterinya datang. Ia bertanya kepada isteri keempatnya, \"Kaulah yang paling\u003cbr /\u003ekucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Maukah engkau menemaniku?\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIsterinya terdiam, lalu menjawab, \"tentu saja tidak,\" lalu ia pergi tanpa berkata-kata lagi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJawaban itu sangat menyakitkan hatinya. Pedagang ini lalu bertanya kepada isteri\u003cbr /\u003eketiganya, \"Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau\u003cbr /\u003eikut denganku?\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIsterinya menjawab, \"Hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi jika kau mati.\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Lalu, ia bertanya kepada isteri\u003cbr /\u003ekeduanya, \"Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat\u003cbr /\u003emasalah. Dan kau selalu mau membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau aku mati,\u003cbr /\u003emaukah engkau ikut mendampingiku?\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSang isteri menjawab pelan, \"Maafkan aku,\" ujarnya, \"aku tidak bisa menolongmu kali ini. Aku\u003cbr /\u003ehanya bisa mengantarmu sampai liang kubur saja. Nanti kubuatkan makam yang indah\u003cbr /\u003ebuatmu.\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJawaban itu seperti kilat yang menyambar.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSang pedagang merasa putus asa. Tiba-tiba terdengar sebuah suara, \"Aku akan tinggal\u003cbr /\u003edenganmu. Aku akan ikut ke manapun engkau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan\u003cbr /\u003esetia bersamamu.\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSang pedagang menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya disana. Dia tampak\u003cbr /\u003ebegitu kurus seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, \"Kalau\u003cbr /\u003esaja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kau seperti ini isteriku.\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSesungguhnya kita punya 4 isteri dalam hidup ini.\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\";font-family:arial;font-size:100%;\" \u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\";font-family:Courier New;font-size:85%;\" \u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:100%;\"\u003e\u003cb style\u003d\"font-family: arial;\"\u003e\u003cbr /\u003eIsteri yang keempat adalah TUBUH kita.\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e keluarkan untuk tubuh supaya tampak indah dan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e dan kegagahan yang tersisa pada saat kita\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e menghadapNya.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cb style\u003d\"font-family: arial;\"\u003e\u003cbr /\u003eIsteri yang ketiga adalah STATUS SOSIAL dan KEKAYAAN. \u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e Saat kita meninggal, semuanya\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e akan pergi kepada yang lain. Mereka akan pergi\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e dan melupakan kita yang pernah memilikinya.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cb style\u003d\"font-family: arial;\"\u003e\u003cbr /\u003eSedangkan isteri kedua adalah KERABAT dan TEMAN-TEMAN. \u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e Bagaimanapun dekatnya\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburlah\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e mereka menemani kita.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cb style\u003d\"font-family: arial;\"\u003e\u003cbr /\u003eSesungguhnya isteri pertama adalah JIWA dan KEBENARAN kita. \u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e Mungkin kita sering\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e mengabaikan dan melupakannya demi kekayaan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e dan kesenangan pribadi. Namun sebenarnya\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e hanya jiwa dan kebenaran yang kita lakukanlah\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e yang mampu untuk terus dan setia dan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e mendampingi ke manapun kita melangkah.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e Jika jiwa terpaut kepada Yang Di Atas dan kita\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e melakukan perbuatan-perbuatan baik dalam\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e kebenaran, maka itu akan mengantar kita ke\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family:arial;\"\u003e dalam kehidupan kekal.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e \u003ctable style\u003d\"width: 8px; height: 70px;\"\u003e\u003ctbody\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"vertical-align: top;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd bg\u003d\"\" style\u003d\"color: rgb(255, 255, 255);\"\u003e\u003cspan style\u003d\"color: rgb(0, 0, 0);\"\u003e\u003cpre\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/pre\u003e\u003c/span\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- START ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSTYLE\u003e\u003cbr /\u003e.at_table_style_8595 { background-color: none; padding: 3px; }\u003cbr /\u003e.at_table_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; text-align:left; }\u003cbr /\u003e.at_other_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e.at_ad_body_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 11px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000000; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595, A.at_pow_by_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595:hover, A.at_pow_by_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e\u003c/STYLE\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003cbr /\u003eadtoll_num_ads \u003d 3;\u003cbr /\u003eadtoll_see_your_ad_here \u003d 0;\u003cbr /\u003eadtoll_your_text \u003d \"\";\u003cbr /\u003eadtoll_show_powered_by \u003d 1;\u003cbr /\u003eadtoll_layout_style \u003d 'H';\u003cbr /\u003eadtoll_view_desc \u003d 1;\u003cbr /\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT src\u003d\"http://adserve.adtoll.com/js/at_ag_8595.js\" type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- END ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003c!-- Kontera ContentLink(TM);--\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript'\u003e\nvar dc_AdLinkColor \u003d 'orange' ;\nvar dc_UnitID \u003d 14 ;\nvar dc_PublisherID \u003d 21876 ;\nvar dc_adprod \u003d 'ADL' ;\n\u003c/script\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript' \nsrc\u003d'http://kona.kontera.com/javascript/lib/KonaLibInline.js'\u003e\n\u003c/script\u003e\n\u003c!-- Kontera ContentLink(TM) --\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5573480019636946108-3034348864022804052?l\u003dbloggerbanua.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/3034348864022804052/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d5573480019636946108\u0026postID\u003d3034348864022804052\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/3034348864022804052"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/3034348864022804052"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/2007/10/kisah-pedagang-beristri-4.html","title":"Story of trader"}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"11631842076553237056"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5573480019636946108.post-1706439834323026291"},"published":{"$t":"2007-10-10T18:02:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2008-02-11T20:48:50.608-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pendahuluan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opening"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pembukaan"}],"title":{"type":"text","$t":"Begin with Bismillah"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;\" \u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eBismillahir-Rahmaanir-Rahiim\u003cblockquote\u003e\"In the name of God, the Compassionate, the Merciful\"\u003c/blockquote\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eDingsanak seberataan dimana saja, terutama untuk \"gasan\" urang banua Banjar seantero dunia raya. Alhamdulillah di penghujung Ramadhan yang mulia ini kita masih diberikan umur dan kesehatan, semoga kita masih diberikan kesempatan untuk bersua kembali dengan bulan yang mulia ini, bulan yang di turunkannya Al Qur'an petunjuk dan penerang bagi umat manusia. Bulan yang didalamnya terdapat malam yang mulia lebih mulia dari 1000 bulan. Semoga kita termasuk orang orang yang dimuliakan oleh Ramadhan dan mendapatkan kemenangan dan keberuntungan dihari fitri 1 syawal nanti. YAng tentunya kita bisa lulus menjadi orang yang Taqwa seperti tujuan diwajibkan puasa.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eSelamat hari Raya Idhul Fitri 1428 H. Mohon maaf lahir bahin, Minal aidhin wal Faidzin, Taqaballahu minna waminkum siyamanna wasyiyammakum. Jazakallahu wa antum bilkhair\u003cbr /\u003e\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e___________________________________________________________________\u003cbr /\u003e\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eInfo untuk \"Urang Banua\":\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003ePada 10 Oktober 2007 bertepatan tanggal 27 Ramadhan 1428 H, telah dipecahkan rekor MURI untuk acara buka puasa bersama yang dihadiri oleh 9.198 orang bertempat di halaman Mesjid Raya Sabillah Muhtadin.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e___________________________________________________________________\u003cbr /\u003e\u003c/p\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- START ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSTYLE\u003e\u003cbr /\u003e.at_table_style_8595 { background-color: none; padding: 3px; }\u003cbr /\u003e.at_table_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; text-align:left; }\u003cbr /\u003e.at_other_cells_8595 { padding-bottom: 1px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_title_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e.at_ad_body_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 11px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000000; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595, A.at_pow_by_8595 {font-family: Arial,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: #000099; text-decoration: none; }\u003cbr /\u003eA.at_adv_here_8595:hover, A.at_pow_by_8595:hover { color: #0000FF; text-decoration: underline; }\u003cbr /\u003e\u003c/STYLE\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003cbr /\u003eadtoll_num_ads \u003d 3;\u003cbr /\u003eadtoll_see_your_ad_here \u003d 0;\u003cbr /\u003eadtoll_your_text \u003d \"\";\u003cbr /\u003eadtoll_show_powered_by \u003d 1;\u003cbr /\u003eadtoll_layout_style \u003d 'H';\u003cbr /\u003eadtoll_view_desc \u003d 1;\u003cbr /\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003cSCRIPT src\u003d\"http://adserve.adtoll.com/js/at_ag_8595.js\" type\u003d\"text/javascript\"\u003e\u003c/SCRIPT\u003e\u003cbr /\u003e\u003c!-- END ADTOLL.COM CODE V1.0 --\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003c!-- Kontera ContentLink(TM);--\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript'\u003e\nvar dc_AdLinkColor \u003d 'orange' ;\nvar dc_UnitID \u003d 14 ;\nvar dc_PublisherID \u003d 21876 ;\nvar dc_adprod \u003d 'ADL' ;\n\u003c/script\u003e\n\u003cscript type\u003d'text/javascript' \nsrc\u003d'http://kona.kontera.com/javascript/lib/KonaLibInline.js'\u003e\n\u003c/script\u003e\n\u003c!-- Kontera ContentLink(TM) --\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5573480019636946108-1706439834323026291?l\u003dbloggerbanua.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/feeds/1706439834323026291/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d5573480019636946108\u0026postID\u003d1706439834323026291\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/1706439834323026291"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/5573480019636946108/posts/default/1706439834323026291"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://bloggerbanua.blogspot.com/2007/10/begin-with-bismillah.html","title":"Begin with Bismillah"}],"author":[{"name":{"$t":"azesite"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/01220253139014809759"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"11631842076553237056"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}}]}});