Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Showing posts with label inspirasi. Show all posts

Feb 1, 2016

DENGAN SEDEKAH, HIDUP LEBIH BERKAH

Oleh: Aep Saepulloh Darusmanwiati




Kabsyah al-Anmary berkata: "Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: "Ada tiga hal di mana aku bersumpah di dalamnya; pertama, harta seorang hamba tidak akan pernah berkurang lantaran gemar bersedekah. Kedua, tidak ada seorang hamba pun yang sabar ketika dianiaya oleh orang lain, melainkan Allah akan menambahkan kemuliaan kepadanya. Ketiga, tidak ada seorang hamba pun yang membuat kericuhan dan onar, melainkan Allah akan membukakan pintu kefakiran kepadanya" (HR. Ahmad).
Subhanallah, Rasulullah saw sampai bersumpah ketika berbicara masalah sedekah. Secara tidak langsung, hadits di atas menegaskan, wahai ummat manusia siapapun anda, dari mana pun anda, di mana pun anda, ketahuilah bahwa harta seseorang tidak akan pernah berkurang lantaran sedekah. Mungkinkah Rasulullah saw menyalahi sumpahnya? Tentu tidak.
Dalam surat al-An'am ayat 160, Allah berfirman: "Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya". Dan sedekah merupakan amal yang baik. Oleh karena itu, mereka yang bersedekah le. 100, maka minimal Allah akan membalasnya dengan le 1000. Mereka yang bersedekah USD 50, Allah akan menggantikannya dengan USD 500. Semakin besar sedekah yang dikeluarkan, semakin besar pula balasan dari Allah yang akan diperolehnya. Ingat sekali lagi, semua itu adalah janji Allah dan RasulNya, dan tentu Allah dan RasulNya tidak akan menyalahi janjinya.
Suatu hari Fatimah az-Zahra, sangat menginginkan buah delima. Ali bin Abi Thalib segera berangkat ke pasar mencari buah delima dimaksud. Mengingat uang yang dimilikinya saat itu sangat terbatas, Ali hanya dapat membelikannya satu buah saja. Di tengah jalan, datang seorang sangat miskin yang menginginkan buah delima. Ali lalu memberikan setengahnya. Sampai di rumah, Ali menceritakan kepada Fatimah mengapa buah delima yang dibawanya tinggal setengah.
Selang beberapa lama, terdengar seseorang mengetuk pintu. Begitu dibuka, ternyata Salman al-Farisy berdiri di depan pintu membawa sembilan buah delima.
Rasulullah saw mengutus Salman untuk memberikan sepuluh buah delima, hanya Salman menyembunyikan satu buah, sehingga yang dibawa hanya sembilan buah saja. Salman lalu berkata: "Ini ada buah delima dari Rasulullah saw untuk Fatimah". Ali lalu berkata: "Kalau ini benar dari Rasulullah saw jumlahnya pasti sepuluh buah bukan sembilan".
Mendengar itu, Salman kaget lalu berkata: "Bagaimana kamu tahu wahai Ali?". Ali menjawab: "Karena saya ingat firman Allah yang berbunyi: ""Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya".
Bukan hanya akan dilipatgandakan balasannya, orang yang rajin bersedekah juga akan dihindarkan dari segala macam bencana dan malapetaka. Rasulullah saw bersabda: "Obatilah orang-orang sakit kalian dengan sedekah" (HR. Ahmad).
Al-Alamah al-Yafi' dalam bukunya at-Targhib wat Tarhib menuturkan sebuah kisah, pada masa Nabi Shaleh as, hiduplah seorang laki-laki tukang tato yang suka merusak pakaian orang-orang. Sekelompok orang lalu menemui Nabi Shaleh dan berkata: "Wahai Nabiyallah, doakan si tukang tato itu agar ditimpa musibah, karena dia suka merusak baju-baju kami". Nabi Shaleh lalu berdoa agar tukang tato itu tidak dapat pulang dengan selamat.
Namun, sore harinya, Nabi Shaleh kaget, ketika melihat tukang tato itu pulang membawa bundelan dengan selamat padahal dalam bundelannya itu ada seekor ular ganas berbisa. Nabi Shaleh lalu bertanya: "Apa yang kamu lakukan tadi pagi ketika berangkat?". Tukang tato itu menjawab: "Saya pergi membawa dua buah roti, lalu salah satu roti saya sedekahkan, dan yang satunya lagi saya makan". Nabi Shaleh lalu berkata: "Benar, Allah telah menyelamatkan kamu dari bahaya dan malapetaka ular yang sembunyi di dalam buntelan kamu itu lantaran sedekah yang kamu keluarkan. Pergi dan bertaubatlah kepada Allah". Tukang tato itu pun bertaubat dan tidak melakukan perbuatan jahatnya lagi.
Sungguh luar biasa keajaiban sedekah. Saking luar biasanya, Ibnu Qayyim dalam bukunya Zadul Ma'ad mengatakan: "Dalam sedekah itu terdapat banyak hal luar biasa, termasuk dapat menolak beragam bencana dan malapetaka, sekalipun yang sedekah tersebut orang durhaka, banyak berbuat aniaya atau orang kafir. Allah akan menolak segala macam bencana dan malapetaka. Hal ini sudah menjadi rahasia umum, semua orang sudah mengetahuinya baik orang awam ataupun yang berpendidikan, karena seluruh penduduk bumi telah mengakui kehebatan sedekah ini sekaligus telah mencoba dan mengalaminya".
Mengingat banyak manfaat dari sedekah ini, pengarang kitab Tanbihul Ghafilin, Imam Samarqandy mengatakan: "Biasakan diri anda untuk terus bersedekah, baik dalam jumlah kecil maupun besar. Karena, dalam sedekah itu ada sepuluh manfaat; lima akan diberikan di dunia, dan lima lagi akan diberikan di akhirat kelak.
Adapun lima manfaat yang akan diberikan di dunia adalah: Dapat mensucikan harta, mensucikan badan dari perbuatan dosa, dapat menolak beragam bencana dan penyakit, memberikan kebahagiaan kepada orang miskin dan tidak ada perbuatan paling mulia selain memberikan kebahagiaan kepada sesama muslim, serta harta kekayaan akan lebih berkah, juga rizki lebih melimpah.
Adapun lima manfaat yang akan diperoleh kelak di akhirat adalah: sedekah akan menjadi pelindung dari teriknya sengatan matahari kelak, akan memperberat timbangan kebaikan, dapat membantu melewati shirat (jembatan akhirat), dapat menambah ketinggian derajat di surga kelak dan akan memperoleh ridha dari Allah.
Bahkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad dan Hakim disebutkan: "Seseorang tidak dapat bersedekah, melainkan ia telah dapat melepaskan ikatan dan godaan tujuh puluh setan".
Mari kita budayakan gemar bersedekah dalam kondisi apapun, karena di antara ciri orang bertaqwa adalah orang yang tetap bersedekah baik ketika lapang maupun sempit, ketika suka maupun duka (QS. Ali Imran: 133, 134).
Jangan sampai penyesalan itu datang belakangan sebagaimana firman Allah: "Dan sedekahkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (QS. Al-Munafiqun: 10).
Dengan gemar bersedekah, insya Allah hidup kita semakin berkah dunia akhirat. Semoga.

Feb 11, 2008

Berawal Dari Mimpi

by Chandra (www.myquran.com)


Kenyataan hari ini adalah impian hari kemarin
(Imam Asy Syahid Hasan Al Banna)

Sahabatku…
Jika engkau mau membaca sejarah biografi tokoh-tokoh ternama. Maka engkau akan temukan bahwa apa yang telah mereka ciptakan berawal dari mimpi.

Ketika aku mencari nama orang yang bisa mengenali dan menghidupkan impiannya, saya berpikir tentang visioner dan pioner mobil Henry Ford. Dia menyatakan, "Semua rahasia hidup yang berhasil adalah menemukan apa yang ditentukan nasib pada kita, dan kemudian melakukannya."

Orang-orang lainnya berani bermimpi dan mereka sukses. Beethoven menyadarkan dunia akan kemampuan hebatnya dalam musik ketika dia membuat sejumlah simfoni, dan ini terjadi setelah dia kehilangan pendengarannya. Charles Dickens dulunya bermimpi untuk menjadi seorang penulis dan akhirnya dia menjadi novelis yang bukunya paling banyak dibaca orang di Inggris pada zaman Victoria - meskipun dia dilahirkan di keluarga miskin.

Thomas Edison melamunkan sebuah lampu yang bisa dihidupkan dengan listrik, memulai dari tempat ia berdiri untuk mengubah impiannya menjadi tindakan. Dan walaupun dia menemui lebih dari sepuluh ribu kegagalan, dia tetap memegang teguh impiannya sampai dia menjadikannya sebuah kenyataan fisik. Pemimpi praktis pantang menyerah!

Wright bersaudara memimpikan sebuah mesin yang bisa terbang di udara. Sekarang setiap orang bisa melihat bukti di seluruh dunia bahwa impian mereka menjadi kenyataan.

Marconi memimpikan satu sistem untuk mengendalikan kekuatan ether yang tidak kelihatan. Bukti bahwa impiannya tidak sia-sia bisa ditemukan pada setiap pesawat radio dan televisi di seluruh dunia. Mungkin Anda tertarik untuk mengetahui bahwa "teman-teman" Marconi menyuruh agar dia di kurung dan di periksa di sebuah rumah sakit jiwa ketika ia mengumumkan bahwa dia telah menemukan prinsip yang bisa digunakan untuk mengirim berita melalui udara tanpa bantuan kabel atau sarana fisik komunikasi langsung lainnya.

Menurut Jhon C. Maxwell sebuah impian bisa melakukan banyak hal kepada kita:
Pertama, impian menunjukkan arah kepada kita. Ia bisa berperan sebagai kompas, memberitahu kita arah mana yang harus ditempuh. Hingga kita mengenali arah yang benar itu, kita tidak akan pernah mengetahui apakah langkah kita benar-benar merupakan kemajuan. Langkah kita mungkin membawa kita ke belakang dan bukan ke depan. Jika engkau bergerak ke sembarang arah selain menuju impianmu, engkau akan kehilangan kesempatan-kesempatan yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan.

Kedua, impian meningkatkan kekuatan kita. Tanpa impian, kita mungkin harus berjuang keras untuk melihat kekuatan yang ada dalam diri kita karena kita tidak bisa melihat situasi di luar keadaan kita saat ini. Akan tetapi dengan impian, kita mulai memandang diri kita dalam cahaya baru, karena mempunyai kekuatan yang lebih besar dan mampu merentangkan dan berkembang untuk mencapainya. Setiap kesempatan yang kita temui, setiap sumber yang kita dapatkan, setiap talenta yang kita kembangkan, menjadi bagian kekuatan kita untuk tumbuh ke arah impian itu. Semakin besar impian, semakin besar pula kekuatannya.

Ketiga, impian membantu kita menentukan prioritas. Impian memberi kita harapan untuk masa depan, dan ia juga memberi kita kekuasaan di saat ini. Impian membuat kita memprioritaskan segala sesuatu yang kita lakukan. Seseorang yang memiliki impian mengetahui apa yang akan atau harus dikorbankannya agar bisa maju. Dia mampu mengukur segala sesuatu yang dikerjakannya apakah membantu atau menghambat impian itu, memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang membawanya lebih dekat pada impian itu dan memberi sedikit perhatian pada hal-hal sebaliknya.

Keempat, impian menambah nilai pada pekerjaan kita. impian menempatkan segala yang kita lakukan ke dalam perspektif. Bahkan tugas-tugas yang tidak menyenangkan menambah nilai saat kita mengetahui hal itu memberi kontribusi pada pemenuhan impian. Setiap aktivitas menjadi bagian penting di dalam gambar yang lebih besar itu.

Kelima, impian meramal masa depan kita. ketika kita mempunyai impian, kita bukan hanya penonton yang duduk di belakang dan mengharapkan segala sesuatu berubah membaik. Kita harus aktif ikut serta dalam membentuk tujuan dan arti hidup kita. Angin perubahan tidak begitu saja meniup ke sini dan ke sana. Impian kita, ketika dilanjutkan, mungkin sekali merupakan peramal masa depan kita.

Sahabatku…
Ada perbedaan antara mengangankan suatu benda dan siap menerimanya. Tidak ada seorang pun siap untuk sesuatu sampai dia yakin akan memperolehnya. Keadaan pikiran harus penuh keyakinan bukan hanya berharap atau mengangankan. Keadaan pikiran yang terbuka sangat penting untuk keyakinan. Pikiran yang tertutup tidak mengilhamkan keyakinan keberanian, atau kepercayaan.




Jan 18, 2008

Work Because You Want To! Not Because You Have To!

Oleh Lisa Nuryanti
Motivator dan Pemerhati Kepribadian







Ketika Firman mendengar bahawa dia diterima di salah satu perusahaan besar di Jakarta, dia bagaikan kejatuhan bulan. Semangatnya tinggi menggebu-gebu. Kepada semua orang dia menceritakan hal ini. Sungguh hal yang luar biasa baginya.

Tadinya dia merasa kecil melihat begitu banyaknya saingan yang mengikuti seleksi penerimaan karyawan. Mereka semua tampaknya hebat dan banyak yang sudah berpengalaman kerja lebih dari lima tahun, sedangkan Firman baru memiliki pengalaman setahun lebih.

Hari pertama masuk kerja, dia datang 40 menit lebih awal. Luar biasa! Dia akan mulai bekerja di bagian personalia. Mulailah Firman meniti karirnya. Minggu kedua, kantor mengadakan acara rapat kerja bagian personalia yang diadakan tiap tiga bulan.

Setiap tiga bulan bagian personalia harus melakukan proses penerimaan karyawan baru, karena pertukaran karyawan sangat tinggi terutama di bagian penjualan. Proses ini meliputi pemasangan iklan, proses seleksi calon karyawan secara tertulis, wawancara kerja, evaluasi, penerimaan, proses pendidikan karyawan baru dan sebagainya.

Firman mulai bekerja sekitar pukul tujuh tiga puluh dan selesai pukul delapan malam, tapi rasanya pekerjaannya tidak pernah selesai. Bulan kedua bekerja dia jatuh sakit selama dua hari.

Bulan ketiga dia hampir sakit lagi, untung tidak parah. Bulan kelima dia sudah merasa kelelahan. Firman merasa sudah bekerja mati-matian tapi hasilnya tidak ada. Sia-sia. Dia pun mulai putus asa.

Dalam keadaan seperti itu dia kemudian ingat Indra. Indra adalah temannya sejak kecil. Waktu kecil Indra sangat gemuk sehingga tidak bisa lari cepat. Ketika remaja, Indra masih sangat gemuk dan semakin tidak kuat berlari.

Suatu hari Indra ditantang oleh guru olahraganya untuk mengikuti grup lari marathon karena mereka masih kekurangan orang. Semua orang mencegah Indra, semua orang mengatakan bahwa dia bukan calon pelari marathon yang baik.

Tapi Indra merasa tertantang. Dia ingin membuktikan bahwa pandangan teman-temannya salah. Dia senang dan bersemangat mengikuti latihan. Apalagi guru olahraganya bersedia memberikan latihan tambahan khusus untuk membantunya. Indra mulai menjalani latihan. Ternyata tidak mudah. Dia harus berlatih setiap pagi sebelum sekolah dan malam hari. Pertama kali latihan lari seluruh badannya sakit dan keesokan harinya hampir tidak bisa berjalan. Untuk jalan sakit, duduk sakit, bergerak sedikit sakit. Benar-benar menderita.

Tapi setelah beberapa bulan Indra tidak lagi seperti itu. Ototnya mulai semakin kuat. Napasnya semakin panjang. Lemak ditubuhnya juga berkurang jauh. Empat setengah tahun kemudian dia menjadi pelari marathon yang tangguh.

Mulai menikmati

Semangat Firman yang mulai kendor segera meningkat lagi ketika dia ingat tentang perjuangan Indra. Segera dia menetapkan hatinya lagi untuk melatih dirinya. Dia sadar bahwa tujuannya bekerja adalah untuk meniti karir, bukan untuk santai atau bekerja malas-malasan.

Berbulan-bulan dia membiasakan dirinya untuk tetap mulai bekerja pukul tujuh tiga puluh pagi dan pulang pukul delapan malam. Dia tidak main-main dengan waktu. Orang lain pulang malam karena menunggu agar jalanan tidak macet lagi sehingga mereka menunggu sambil ngrumpi, atau bergosip.

Tapi Firman pulang malam karena bekerja. Lama kelamaan cara kerjanya tidak lagi terasa berat. Dia mulai menikmatinya. Semua orang menjulukinya sebagai setan kerja, tapi Firman tetap dengan kebiasaan kerjanya. Dia merasakan staminanya meningkat. Dia tidak sering sakit lagi seperti dulu.

Untunglah Indra membantu memberikan nasehat agar tidak meninggalkan olah raga. Setiap Sabtu dan Minggu, Firman ikut Indra ke Gelora Senayan untuk ikut lari pagi. Memang sekarang Indra bukan lagi pelari marathon karena sudah bekerja. Tapi setiap pagi dia masih melakukan kebiasaannya lari pagi selama satu jam sebelum berangkat ke kantor.

Dua bulan yang lalu Firman dipromosikan sebagai junior manager. Firman berniat tidak akan mengubah kebiasaan kerjanya. Dia ingin memberi contoh kepada semua orang terutama kepada karyawan baru bahwa bekerja lebih giat pasti ada hasilnya.

Bahkan sekarang sudah ada empat orang yang mulai mengikuti jejaknya dan dapat merasakan kepuasan bekerja mereka meningkat.

Firman berhasil membuktikan pada dirinya bahwa jika memiliki niat dan melakukannya, maka akan terasa lebih ringan dan lebih mudah, dibandingkan dengan bekerja karena terpaksa.

Beberapa orang yang malas berkata bahwa meskipun rajin, toh gajinya tidak naik. Tapi Firman tidak mau menanggapinya. Dia yakin bahwa jerih payahnya tidak akan sia-sia. Mungkin untuk suatu saat tertentu kelihatannya seakan-akan tidak ada gunanya, tapi dia memiliki pandangan bahwa kerajinannya tidak ditentukan oleh besarnya gaji. Dia rajin karena ingin rajin. Titik!

Firman tidak mau keadaan mengaturnya sehingga dia kehilangan kebiasaan baiknya. Tidak peduli apapun yang terjadi, apakah ada atasan atau tidak, dia tetap rajin. Tidak peduli apakah ada kenaikan gaji atau tidak, dia tetap rajin. Kerajinannya ditentukan oleh dirinya sendiri. Be Professional! Work Because You Want To! Not Because You Have To!

Dec 21, 2007

Mengubah Cacian Jadi Kekaguman







MENJADI besar tanpa penderitaan sekaligus cacian orang, itulah
kemauan banyak sekali anak muda. Dan kalau memang kehidupan seperti
itu ada, tentu ada terlalu banyak manusia yang juga menginginkannya.
Sayangnya wajah kehidupan seperti ini tidak pernah ada. Sehingga
jadilah cita-cita menjadi besar tanpa penderitaan hanya sebagai
khayalan manusia malas yang tidak pernah mencoba.

Ini serupa dengan khayalan seorang sahabat Amerika yang bertanya:
kenapa Yesus tidak lahir di Amerika di abad ke-21 ini? Rekan lainnya
sesama Amerika menimpali sambil bercanda: memangnya ada wanita
Amerika yang masih perawan? Namanya juga canda, tentu tidak
disarankan untuk memikirkannya terlalu serius. Apalagi tersinggung.
Namun bercanda atau tidak, serius atau sangat serius, kisah-kisah
manusia kuat dan terhormat hampir semuanya berisi kisah-kisah penuh
cacian sekaligus penderitaan. Sebutlah deretan nama-nama mengagumkan
seperti Nelson Mandela, Mahatma Gandhi sampai dengan Dalai Lama.
Semuanya dibikin kuat sekaligus terhormat oleh penderitaan.

Mandela menjadi kuat dan terhormat karena puluhan tahun dipenjara,
disakiti serta diasingkan. Sekarang, ia tidak saja dihormati dan
disegani namun juga menjadi modal demokrasi yang mengagumkan bagi
Afrika Selatan. Gandhi besar dan menjulang karena terketuk amat dalam
hatinya oleh kesedihan akibat diskriminasi dan penjajahan. Dan yang
lebih mengagumkan, tatkala perjuangannya berhasil, ia menolak memetik
buah kekuasaan dari hasil perjuangannya yang panjang, lama sekaligus
mengancam nyawa.

Dalai Lama apa lagi. Di umur belasan tahun kehilangan kebebasan.
Menginjak umur dua puluhan tahun kehilangan negara. Dan sampai
sekarang sudah hidup di pengungsian selama tidak kurang dari empat
puluh lima tahun. Setiap hari menerima surat sekaligus berita
menyedihkan tentang Tibet. Lebih dari itu, negaranya Tibet sampai
sekarang kehilangan banyak sekali hal akibat masuknya pemerintah Cina.
Namun sebagaimana sudah dicatat rapi oleh sejarah, daftar-daftar
kesedihan Dalai Lama ini sudah berbuah teramat banyak. Menerima
hadiah nobel perdamaian di tahun 1989. Setiap kali berkunjung ke
negara-negara maju disambut lebih meriah dari penyanyi rock yang
terkenal. Karya-karyanya mengubah kehidupan demikian banyak orang.
Sampai dengan julukan banyak sekali pengagumnya yang menyimpulkan
kalau Dalai Lama hanyalah seorang living Buddha.

Hal serupa juga terjadi dengan tokoh wanita mengagumkan bernama Evita
Peron. Belum berumur sepuluh tahun keluarganya berantakan karena
ayahnya meninggal. Kemudian menyambung kehidupan dengan cara menjadi
pembantu rumah tangga. Bosan jadi pembantu kemudian menjadi penyanyi
bar. Dan bahkan sempat diisukan miring dalam dunia serba gemerlap
ini. Pernikahannya dengan Juan Peron tidak mengakhiri penderitaan,
malah menambah panjangnya aliran sungai air mata. Namun kehidupan
Evita Peron demikian bercahaya. Tidak saja di Argentina ia bercahaya,
di dunia ia juga bercahaya.

Salah satu guru meditasi mengagumkan di Amerika bernama Pema Chodron.
Tidak saja bahasanya sederhana, pengungkapan idenya juga mendalam.
Namun kekaguman seperti ini juga berawal dari kesedihan mendalam.
Sebagaimana yang ia tuturkan dalam When Things Fall Apart, perjalanan
kejernihan Pema Chodron mulai dengan sebuah kesedihan yang tidak
terduga:

suaminya mengaku jatuh cinta pada wanita lain dan minta segera cerai.
Bagi seorang wanita setia, tentu saja ini seperti petir di siang
bolong. Namun betapa menyakitkan pun beritanya, hidup harus tetap
berjalan.

Dari sinilah ia belajar meditasi dari Chogyam Trungpa. Dan ini juga
yang membukakan pintu kehidupan yang mengagumkan belakangan. Sehingga
di salah satu bagian buku tadi, Chodron secara jujur mengungkapkan
kalau mantan suaminya yang di awal seperti mencampakkan hidupnya,
ternyata seorang pembuka pintu kehidupan yang mengagumkan.

Cerita Thich Nhat Hanh lain lagi. Tokoh perdamaian asli Vietnam ini
mengalami banyak sekali pengalaman getir ketika perang Vietnam. Kalau
soal hampir mati, atau hampir diterjang peluru panas sudah biasa.
Namun tatkala membawa misi perdamaian ke Amerika, ternyata pemerintah
Vietnam melarangnya kembali ke Vietnam. Dan sejak puluhan tahun yang
lalu Thich Nhat Hanh bermukim di Prancis. Dan penderitaan serta
kesedihan-kesedihan yang mendalam ini juga yang membuat nama Hanh
demikian dikenal dan menjulang. Pernah dinominasikan sebagai pemenang
hadiah Nobel perdamaian, dihormati di banyak sekali negara, dan karya-
karyanya lebih dari sekadar mengagumkan.

Daftar panjang tokoh-tokoh kuat sekaligus terhormat, yang dibuat
besar oleh penderitaan dan cacian orang masih bisa diperpanjang.
Namun semua ini sedang membukakan pintu kehidupan yang amat berguna:
penderitaan dan cacian orang ternyata sejenis vitamin jiwa yang
membuatnya jadi menyala. Ini mirip sekali dengan judul sebuah buku
indah yang berbunyi: Pain, the Gift that Nobody Want. Rasa sakit,
penderitaan, cacian orang hampir semua manusia tidak menghendakinya.
Tidak saja lari jauh-jauh, bahkan sebagian lebih doa manusia memohon
agar dijauhkan dari penderitaan, cacian sekaligus rasa sakit.

Namun daftar panjang kisah manusia seperti Dalai Lama, Pema Chodron
sampai dengan Thich Nhat Hanh ternyata bertutur berbeda. Hanya
manusia-manusia yang penuh kesabaran dan ketabahan untuk tersenyum di
tengah cacian dan penderitaan, kemudian jiwanya menyala menerangi
kehidupan banyak sekali orang.

Ternyata, penderitaan dan cacian orang – di tangan manusia-manusia
sabar dan tabah – bisa menjadi bahan-bahan yang memproduksi kekaguman
orang kemudian. Persoalannya kemudian, di tengah-tengah sebagian
lebih wajah kehidupan yang serba instant, punyakah kita cukup banyak
kesabaran dan ketabahan?

Oleh: GEDE PRAMA

Nov 29, 2007

Menebar Energi Kasih Sayang

sumber: http://www.republika.co.id/koran.asp?kat_id=105&kat_id1=232






Tidaklah seseorang memiliki kasih sayang terhadap sesama, kecuali Allah SWT akan menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku bengis terhadap sesamanya, kecuali Allah akan mencabut rasa kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina.

Suatu hari Umar bin Khathab berjalan-jalan di seputar Madinah. Saat itu ia melihat seorang anak kecil sedang memainkan seekor burung pipit. Timbullah rasa iba dalam hati Umar. Ia pun segera membujuk si anak untuk menjual burung pipit mainannya. Anak itu setuju. Segera setelah bertransaksi, Umar melepaskan burung itu ke udara.

Setelah beliau wafat, sebagian sahabat mimpi berjumpa dengan Umar. Mereka bertanya, "Bagaimana Allah memperlakukan Anda?" Umar menjawab, "Allah mengampuni dan memuliakan."

Para sahabat bertanya kembali, "Apakah sebabnya? Apa karena kedermawananmu, keadilanmu, atau karena kezuhudanmu?".

"Ketika manusia menguburkanku dan mereka pulang, tinggallah aku sendirian di dalam kubur. Maka datanglah dua malaikat. Akalku hilang dan aku pun gemetar ketakutan. Mereka mendudukkanku untuk menanyaiku. Saat itulah terdengar suara tanpa rupa: 'Wahai Malaikat, tinggalkanlah hamba-Ku ini! Tidak usah kalian tanya atau kalian takut-takuti dia, sebab Aku menyayanginya dan akan Aku bebaskan siksaan daripadanya. Karena dia adalah seorang yang mengasihi seekor burung pipit waktu di dunia. Maka di akhirat Aku menyayangi-Nya," demikian keterangan Umar.

Di dunia ini berlaku hukum kekekalan energi. Satu hukum yang menjelaskan bahwa sebuah energi tidak akan pernah hilang, ia hanya sekadar berubah bentuk. Sebagai sebuah ilustrasi, dari dulu hingga sekarang jumlah benda cair selalu tetap jumlahnya, hanya bentuknya saja yang berubah-ubah.

Hukum ini berlaku pula pada manusia. Setiap energi yang dihasilkan, entah itu energi positif (amal saleh) maupun negatif (dosa), nilainya tidak akan pernah hilang. Kita menolong orang yang kesusahan misalnya, maka energi positif tersebut akan selalu ada dan akan kembali pada kita. Bentuknya bisa sama, ditolong kembali oleh yang lain saat kita kesusahan, ataupun dalam bentuk berbeda, berupa pujian dari manusia, ketenangan jiwa, atau pahala di sisi Allah.

Bahkan, dalam pandangan Allah Swt, energi kebaikan tersebut akan dikembalikan kepada pembuatnya dalam jumlah yang berlipat-lipat. Difirmankan, Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walau sebesar zarrah, dan jika ada kebaikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar (QS An-Nisa' [4]: 40).

Pengalaman Umar bin Khathab menjadi contoh konkret akan adanya hukum kekekalan energi. Walau hanya menolong seekor pipit, Allah SWT membalasnya dengan pahala yang teramat luar biasa. Umar telah memberikan energi kasih sayangnya dan Allah SWT membalasnya dengan energi kasih sayang yang jauh lebih besar. Tidak hanya itu, kebaikan yang terlihat "sepele" tersebut makin mengangkat derajat Umar di hadapan Allah dan semua makhluk-Nya.

Benar apa yang dikatakan Rasul bahwa tidaklah seseorang memiliki kasih sayang terhadap sesama, kecuali Allah Swt akan menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku bengis terhadap sesamanya, kecuali Allah akan mencabut rasa kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina.

Ada kisah lain yang menunjukkan betapa energi kasih sayang yang dianggap sepele, mampu mengangkat pelakunya pada tempat yang terhormat. Di antaranya kisah seorang pezina yang diampuni Allah dan dimasukkan ke dalam surga hanya karena menolong anjing yang kehausan. Sebaliknya, ada seorang ahli ibadah yang divonis masuk neraka hanya karena mengurung seekor kucing tanpa diberi makan, sampai kucing tersebut mati kelaparan.

Kasih sayang dan kualitas beragama
Hakikat keberagamaan adalah terjalinnya kasih sayang. Allah SWT menurunkan Islam sebagai pemandu bagi manusia agar saling berkasih sayang dan menyebarkannya pada penghuni bumi yang lain. Allah SWT berfirman, "Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam." (QS Al-Anbiya' [21]: 107).

Karena itu, tidak mungkin seorang yang mengaku Muslim tega menyakiti makhluk Allah lainnya tanpa alasan yang jelas. Mukmin adalah mereka yang bisa memberi kedamaian kepada semua objek di sekitarnya.

Rasulullah SAW bersabda, "Kalian tidak dianggap beriman sebelum kalian saling menyayangi." Para sahabat bertanya, "Bukankah masing-masing kita memiliki kasih sayang?". Beliau menjawab, "Yang dimaksud bukanlah kasih sayang seorang di antara kalian kepada sahabatnya. Tetapi kasih sayang untuk umat manusia, kasih sayang yang bersifat umum".

Bila kasih sayang sudah menyebar di muka bumi, maka curahan kasih sayang Allah pun akan tertuang di atasnya. "Kasihilah yang ada di bumi, niscaya engkau akan dikasihi yang di langit". Sebaliknya murka Allah akan turun tatkala kita menzalimi yang di bumi.

Boleh jadi, kesempitan hidup yang kita derita, salah satu penyebabnya adalah telah lunturnya kasih sayang di dalam hati kita. Lihatlah, kita sering tidak peka terhadap kesusahaan orang lain. Saat teman sakit, kita anggap itu biasa dan tidak terenyuh untuk sekadar menanyakan kabar atau menjenguknya. Saat ribuan TKI diusir dari negara lain, kita menganggapnya sebagai hal biasa. Jarang kita memberi perhatian pada mereka walau dengan seuntai doa.

Ada satu hadis dari Abu Hurairah yang layak kita renungkan. Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya Allah berfirman pada hari Kiamat, 'Wahai Anak Adam! Aku telah sakit tetapi kamu tidak menjenguk-Ku'. Dia (Anak Adam) menjawab, 'Ya Rabbi, bagaimanakah aku menjenguk-Mu, padahal Engkau Rabb al-Alamin?'. Allah berfirman, 'Tidakkah kamu tahu, bahwa hamba-Ku telah menderita sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya. Apakah kamu tidak tahu bahwa kalau kamu menjenguknya, niscaya kamu dapati (pahala dari) Ku berada di sisinya'.

'Wahai anak Adam! Aku meminta makan kepadamu, tetapi kamu tidak memberi-Ku makan'. Dia menjawab, 'Ya Rabbi, bagaimana aku memberi-Mu makan, padahal Engkau Rabb al-Alamin?'. Allah berfirman, 'Tidakkah kamu tahu bahwa hamba-Ku meminta makan kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya makan. Apakah kamu tidak tahu bahwa kalau kamu memberinya makan, niscaya kamu dapati balasannya ada pada-Ku'.

'Wahai anak Adam! Aku meminta minum, tetapi kamu tidak memberi-Ku minum'. Dia menjawab: 'Ya Rabbi, bagaimana aku memberi-Mu minum, padahal Engkau Rabb al-'Alamin?'. Allah berfirman, 'Tidakkah kamu tahu bahwa hamba-Ku meminta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya minum. Apakah kamu tidak tahu bahwa kalau kamu memberinya minum, niscaya kamu mendapati balasannya ada pada-Ku'." (HR Muslim).

Apa makna dari "Aku sakit engkau tak menjenguk-Ku, Aku lapar engkau tak memberi-Ku makan. Aku haus tapi engkau tak memberi-Ku minum?". Bagaimana Allah Yang Mahaperkasa, Yang Mahakaya berfirman bahwa Dia sakit, Dia lapar dan Dia haus? Hakikatnya, Allah itu bersama orang-orang yang kesusahan. Siapa yang menyayangi dan menolong mereka, nilainya sama dengan menyayangi dan "menolong" Tuhannya. Wallahu a'lam bish-shawab.
(ems )



Oct 31, 2007

Puncak Kenikmatan Cinta

Pernikahan adalah sebuah PERJANJIAN SUCI YANG
MENJADIKAN ALLAH SWT SEBAGAI PEMERSATUNYA. Dan tidak
ada yang melebihi ikatan ini. Dan inilah PUNCAK SEGALA KENIKMATAN CINTA
itu dimana kedua orang yang saling mencinta itu memilih untuk hidup
bersama dan saling berjanji untuk saling mengasihi dan berbagi hidup
baik suka maupun duka.

Duh...makanya cepetan menikah !!! :-)
=====================================================================







Judul Asli: Cinta adalah Fitrah Yang Suci
Sumber: Sakinah

Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita
kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang
bersumber dari fitrah yang diciptakan Allah SWT di
dalam jiwa manusia , yaitu KECENDERUNGAN KEPADA LAWAN
JENISNYA ketika telah mencapai kematangan pikiran dan
fisiknya.

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia
menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri ,
supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya ,
dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang
.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (Ar Rum
ayat 21)

Cinta pada dasarnya adalah BUKANLAH SESUATU YANG
KOTOR, KARENA KEKOTORAN DAN KESUCIAN TERGANTUNG DARI BINGKAINYA. Ada
BINGKAI YANG SUCI DAN HALAL dan ada BINGKAI YANG KOTOR DAN HARAM.

Cinta mengandung segala makna KASIH SAYANG,
KEHARMONISAN, PENGHARGAAN DAN KERINDUAN disamping
mengandung PERSIAPAN UNTUK MENEMPUH KEHIDUPAN DIKALA
SUKA DAN DUKA, LAPANG DAN SEMPIT.

Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik
saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan
cinta bukan
puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi
disamping KEINDAHAN BENTUK DAN RUPA HARUS DISERTAI KEINDAHAN DENGAN
AKHLAK YANG BAIK.

Islam adalah AGAMA FITRAH karena itulah ISLAM TIDAKLAH MEMBELENGGU
PERASAAN MANUSIA. ISLAM TIDAKLAH MENGINGKARI PERASAAN CINTA YANG TUMBUH
PADA DIRI SESEORANG MANUSIA. Akan tetapi Islam mengajarkan pada manusia
untuk MENJAGA PERASAAN CINTA ITU, DIJAGA, DIRAWAT DAN DILINDUNGI DARI
SEGALA KEHINAAN DAN APA SAJA YANG MENGOTORINYA.

Islam membersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa
SEBELUM DILAKSANAKAN AKAD NIKAH HARUS BERSIH DARI PERSENTUHAN YANG
HARAM.


PERNIKAHAN TEMPAT BERMUARANYA CINTA
"Tidak terlihat diantara dua orang yang saling
mencintai (sesuatu yang sangat menyenangkan) seperti pernikahan" (Ibnu
Majah). PERNIKAHAN DALAM ISLAM MERUPAKAN SUATU KEWAJIBAN BAGI YANG
MAMPU. Dan bagi insan manusia yang saling menyintai, pernikahan
seharusnyalah menjadi tujuan utama mereka.

Karena itulah percintaan yang tidak mengarah kepada
pernikahan bahkan disertai hal-hal yang diharamkan
agama sangat tidak disarankan oleh Islam. Cinta dalam
pandangan Islam bukanlah hanya sebuah ketertarikan
secara fisik , dan bukan pula pembenaran terhadap
perilaku yang dilarang agama. Karena hal ini bukanlah
cinta melainkan sebuah LOMPATAN BIRAHI yang besar saja
yang akan segera pupus.Karena itu CINTA MEMERLUKAN
KEMATANGAN DAN KEDEWASAAN UNTUK MEMBAHAGIAKAN
PASANGANNYA, BUKAN MENYENGSARAKANNYA DAN BUKAN JUGA MENJERUMUSKANNYA KE
JURANG MAKSIAT.

Percintaan tanpa didasarkan oleh tujuan hendak menikah
adalah sebuah PERBUATAN MAKSIAT YANG DIHARAMKAN AGAMA.
Karena batas antara cinta dan nafsu birahi pada dua
orang manusia yang saling menyintai sangatlah tipis
sehingga PERNIKAHAN ADALAH SEBUAH OBAT yang sangat
tepat untuk mengobatinya.

Pernikahan adalah sebuah PERJANJIAN SUCI YANG
MENJADIKAN ALLAH SWT SEBAGAI PEMERSATUNYA. Dan tidak
ada yang melebihi ikatan ini. Dan inilah PUNCAK SEGALA KENIKMATAN CINTA
itu dimana kedua orang yang saling menyinta itu memilih untuk hidup
bersama dan saling berjanji untuk saling mengasihi dan berbagi hidup
baik suka maupun duka.

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Akhukum fillah,





Oct 28, 2007

Orang Aneh







"Dunia memang aneh", Gumam Pak Ustadz
"Apanya yang aneh Pak?" Tanya Penulis yang fakir ini.
"Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu
yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa" "Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban,lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami" Kata
Pak Ustadz. Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah. Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya" "Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih? Tanya
ibu muda itu. Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang
lain rasanya; "Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang semestinya seperti itu ditumbenin? Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja? Kenapa orang kemasjid dianggap aneh? Orang yang pergi kemasjid akan terasa "aneh" ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton sinetron "intan". Orang kemasjid akan terasa "aneh" ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan. Orang kemasjid terasa "aneh" ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor kehujanan. Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, "Kamu akan banyak menjumpai "keanehan-keanehan" lain disekitarmu" , kata Pak Ustadz. "Keanehan-keanehan" disekitar kita? Cobalah ketika kita datang kekantor, kita lakukan shalat sunah dhuha,pasti akan nampak "aneh" ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan ngobrol. Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa "aneh", karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu. Cobalah berdzikir atau tadabur al qur'an ba'da shalat, akan terasa aneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat.
Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar
tidurnya tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat. Aneh bukan? Cobalah hari ini shalat jum'at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah kedua menjelang selesai. Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test..test, test saja. Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau
ayat al qur'an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya. Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang "aneh" selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari'at dan tata nilai serta norma yang benar. Jangan takut "ditumbenin" ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian rapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al qur'an (Al A'raf:31) Jangan takut dikatakan "sok alim" ketika kita lakukan shalat dhuha
dikantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak
karuan. Jangan takut dikatakan "Sok Rajin" ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman. Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa*). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Annisaa:103) *
Jangan takut untuk shalat jum'at dishaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. ....
9. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at,Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. (Al Jumu'ah:9) [1475] Maksudnya: apabila imam Telah naik mimbar dan muazzin Telah azan di hari Jum'at, Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya. Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al
qur'an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling
menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan; 33. *Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah*, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Fusshilat:33) Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali seru, sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang amal kita.... Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa
kirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan
atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh nggak sih? Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong itu yang disuruh kok, "sampaikan dariku walau satu ayat" Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari
orang-orang terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja. Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun. Lakukan "keanehan-keanehan" yang dituntun manhaj dan syari'at yang benar. Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur'an & Hadist),meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral. Lagian kenapa kita harus takut disebut "orang aneh" atau "manusia langka" jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelamatkan kita.Selamat jadi orang aneh yang berusaha menjadi orang aneh




Oct 10, 2007

Story of trader

Kisah pedagang beristri empat


"Lord, do not cause our hearts to swerve after You have guided us. Grant us Your Mercy. You are the Embracing Giver (Al Wahab)" (Qur'an,Ali 'Imran : 8)

Suatu waktu, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang isteri. Dia
mencintai isteri yang keempat dan memberinya harta dan kekayaan yang banyak. Sebab dialah
yang tercantik di antara semua isterinya.

Pria ini sangat bangga dengan isteri ketiganya, dan selalu berusaha memperkenalkannya kepada
semua temannya. Ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini akan lari dengan pria yang lain.

Iapun sangat menyukai isteri keduanya yang sabar dan pengertian. Bila pedagang ini
mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan isterinya ini. Dialah tempatnya
bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa
yang sulit.

Isteri yang pertama adalah pasangan yang setia. Dia selalu membawa perbaikan bagi kehidupan
keluarga ini. Dialah yang merawat dan mengatur kekayaan dan usaha sang suami. Akan tetapi
sang pedagang tidak begitu mencintainya. Walaupan sang isteri pertama ini begitu sayang
kepadanya, namun ia tidak begitu memperdulikannya.

Suatu ketika sang pedagang sakit dan menyadari bahwa dia akan segera meningagl. Lalu ia
meminta semua isterinya datang. Ia bertanya kepada isteri keempatnya, "Kaulah yang paling
kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Maukah engkau menemaniku?"

Isterinya terdiam, lalu menjawab, "tentu saja tidak," lalu ia pergi tanpa berkata-kata lagi.

Jawaban itu sangat menyakitkan hatinya. Pedagang ini lalu bertanya kepada isteri
ketiganya, "Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau
ikut denganku?"

Isterinya menjawab, "Hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi jika kau mati."

Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Lalu, ia bertanya kepada isteri
keduanya, "Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat
masalah. Dan kau selalu mau membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau aku mati,
maukah engkau ikut mendampingiku?"

Sang isteri menjawab pelan, "Maafkan aku," ujarnya, "aku tidak bisa menolongmu kali ini. Aku
hanya bisa mengantarmu sampai liang kubur saja. Nanti kubuatkan makam yang indah
buatmu."

Jawaban itu seperti kilat yang menyambar.

Sang pedagang merasa putus asa. Tiba-tiba terdengar sebuah suara, "Aku akan tinggal
denganmu. Aku akan ikut ke manapun engkau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan
setia bersamamu."

Sang pedagang menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya disana. Dia tampak
begitu kurus seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau
saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kau seperti ini isteriku."

Sesungguhnya kita punya 4 isteri dalam hidup ini.


Isteri yang keempat adalah TUBUH kita.

Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita
keluarkan untuk tubuh supaya tampak indah dan
gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi
segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan
dan kegagahan yang tersisa pada saat kita
menghadapNya.

Isteri yang ketiga adalah STATUS SOSIAL dan KEKAYAAN.

Saat kita meninggal, semuanya
akan pergi kepada yang lain. Mereka akan pergi
dan melupakan kita yang pernah memilikinya.

Sedangkan isteri kedua adalah KERABAT dan TEMAN-TEMAN.

Bagaimanapun dekatnya
hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan
bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburlah
mereka menemani kita.

Sesungguhnya isteri pertama adalah JIWA dan KEBENARAN kita.

Mungkin kita sering
mengabaikan dan melupakannya demi kekayaan
dan kesenangan pribadi. Namun sebenarnya
hanya jiwa dan kebenaran yang kita lakukanlah
yang mampu untuk terus dan setia dan
mendampingi ke manapun kita melangkah.
Jika jiwa terpaut kepada Yang Di Atas dan kita
melakukan perbuatan-perbuatan baik dalam
kebenaran, maka itu akan mengantar kita ke
dalam kehidupan kekal.










About Me

My photo
I'm from South Borneo Indonesia. Like blogging cause for fun share my though, share joyness and earn some money if luck
 
Azeweb the river city adbrite lovers ads space market i wanna get free blog banua kampung halaman

Copyright© 2007 Blogger Banua Banjar by azmiel. Banjarmasin Southern Borneo Indonesia